Bulog Belum Dapat 100% Kuota, Minyakita Masih Rp20 Ribu

Selasa, 22 September 2026 | 19:30 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui harga Minyakita dan telur masih tinggi memasuki Ramadan 2026. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • Bulog belum dapat 100% kuota impor minyak, masih 35%.
  • Harga Minyakita masih Rp20.000, jauh di atas HET Rp15.700.
  • Pedagang yang langgar HET bisa dicabut distribusinya.

Suara.com - Harga Minyakita masih jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) meski pemerintah terus mengklaim melakukan pengawasan. Di sisi lain, keinginan Bulog untuk menguasai 100% kuota impor minyak goreng belum juga diputuskan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah masih mempertahankan skema distribusi yang melibatkan distributor existing, termasuk pelaku UMKM dan swasta. Dengan demikian, porsi distribusi Bulog masih berada di angka 35%.

"Ya kita masih gini (jatah distribusi 35 persen). Karena sebagian juga distributor kan ada UMKM-nya, ada swastanya," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Menurut Budi, pemerintah tidak ingin mengubah pola distribusi secara langsung dan masih memproses permintaan Bulog untuk mendapatkan seluruh kuota impor.

Masalahnya, harga Minyakita di lapangan masih mencapai sekitar Rp20.000 per liter. Angka tersebut sekitar Rp4.300 lebih mahal dari HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Budi mengatakan pengawasan terus dilakukan. Pemerintah juga mengandalkan distribusi melalui BUMN pangan seperti Bulog untuk menekan harga.

Pedagang atau toko yang menjadi mitra Bulog dan terbukti menjual Minyakita di atas HET dapat dicabut izin distribusinya. Namun, harga di lapangan yang masih jauh di atas HET menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya teratasi.

"Kalau tokonya, toko yang bermitra dengan BUMN, dengan Bulog misalnya, itu ketahuan menjual lebih dari harga HET, maka izinnya dicabut," ujar Budi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com