- PT KAI menugaskan PT INKA untuk mengadakan 23 rangkaian kereta baru Commuter Line Jabodetabek dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
- KAI dan PT INKA melaksanakan uji coba dinamis rangkaian kereta kedelapan di lintas Bogor hingga Jakarta Kota pada November 2026.
- Penambahan armada baru ini bertujuan untuk melayani tingginya mobilitas harian penumpang Commuter Line Jabodetabek secara aman dan andal.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan pengadaan 23 rangkaian kereta (trainset) baru untuk menambah armada Commuter Line Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, delapan rangkaian masuk kategori mendesak untuk segera dipenuhi.
Pengadaan seluruh rangkaian ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan. KAI menyerahkan proses pengadaannya kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, INKA diberi keleluasaan menentukan skema produksi, baik dilakukan secara mandiri maupun bekerja sama dengan produsen luar negeri. Namun, kerja sama tersebut harus tetap melibatkan industri dalam negeri.
“Namun dengan ketentuan, wajib bekerja sama dan melibatkan industri dalam negeri,” jelas Bobby dalam keterangan resmi perusahaan, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Uji Coba Rangkain
Di tengah rencana penambahan armada tersebut, KAI bersama INKA juga menguji rangkaian kedelapan KRL produksi dalam negeri. Uji coba dinamis berlangsung sejak Rabu (4/11/2026) malam di lintas Bogor–Jakarta Kota.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, pengujian dilakukan di luar jam sibuk untuk mengevaluasi kesiapan teknis dan keselamatan sarana sebelum digunakan melayani penumpang.
Sebelumnya, tujuh rangkaian KRL produksi INKA telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan kembali beroperasi melayani pelanggan pada Oktober 2026.
Penambahan armada diperlukan untuk mengimbangi tingginya mobilitas pengguna Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, layanan ini tercatat mengangkut 303.792.024 pelanggan atau rata-rata 999.316 pelanggan setiap hari.
Bobby mengatakan, KAI memastikan setiap tahap pengembangan layanan memperhatikan kesiapan sarana, keselamatan, dan keandalan operasional.
“Tanggung jawab kami adalah memastikan perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan semakin baik. Karena itu, setiap proses penyiapan sarana dilakukan dengan cermat,” ujarnya.
Anne menambahkan, proses uji coba dilakukan dengan melibatkan KAI Commuter dan INKA untuk memastikan rangkaian baru memenuhi persyaratan sebelum dioperasikan.
“Proses pengujian terus kami kawal bersama KAI Commuter dan INKA. Setiap tahapan menjadi bagian penting dalam memastikan sarana siap melayani masyarakat dengan aman dan andal,” pungkasnya.