- Pemerintah kejar PLTS 100 GWp rampung dalam tiga tahun.
- Tender 25-30 GW PLTS akan dipercepat dan birokrasinya dipangkas.
- enunjukan langsung investor terbuka jika proyek dinilai ekonomis.
Suara.com - Pemerintah menyiapkan percepatan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt-peak (GWp). Namun, ambisi mengejar target dalam tiga tahun diikuti rencana memangkas proses tender bagi investor yang dinilai kompetitif.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sekitar 25-30 GW proyek PLTS ditargetkan mulai memasuki proses tender. Pemerintah juga tengah menyesuaikan aturan agar proses pengadaan tidak berlangsung terlalu lama.
"Kalau memang ekonomis kita tunjuk dia saja. Enggak usah terlalu lama-lama, berputar-putar, terlalu banyak," kata Bahlil dalam agenda Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9/2026).
Bahlil menyebut pemerintah dapat memangkas birokrasi hingga mempertimbangkan penunjukan langsung bagi perusahaan yang memiliki kemampuan teknologi dan dinilai layak secara keekonomian.
Skema tersebut menjadi sorotan karena percepatan investasi harus tetap berjalan beriringan dengan proses pengadaan yang transparan dan akuntabel. Terlebih, proyek yang dikebut pemerintah mencapai 100 GWp dan melibatkan investasi dalam skala besar.
Pada tahap awal, pemerintah telah meluncurkan PLTS sekitar 5,5 GW di berbagai wilayah. Selanjutnya, proyek 25-30 GW ditargetkan mulai masuk tahap tender.
Bahlil menegaskan pemerintah terbuka terhadap penunjukan langsung sepanjang kerja sama tersebut dinilai saling menguntungkan bagi pemerintah dan investor.