Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Rabu, 23 September 2026 | 10:37 WIB
Pedagang menata cabai rawit dagangannya di pasar Cibubur, Jakarta, Kamis (7/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Cabai merah keriting melonjak 25,86 persen menjadi Rp86.400/kg.
  • Bawang merah dan ayam ikut naik lebih dari 8 persen.
  • Cabai rawit hijau anjlok 20,85 persen menjadi Rp53.150/kg.

Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional kembali bergerak liar. Di tengah penurunan beberapa komoditas, harga cabai merah keriting justru melonjak lebih dari 25 persen dalam sehari.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia yang dipantau pada Rabu (23/9/2026) pukul 09.46 WIB, harga cabai merah keriting mencapai Rp86.400 per kilogram.

Harga tersebut melonjak Rp17.700 atau 25,86 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini menjadi salah satu pergerakan harga paling mencolok dalam daftar pangan strategis nasional.

Tekanan harga juga terlihat pada sejumlah komoditas lainnya. Bawang merah ukuran sedang naik 8,32 persen menjadi Rp40.350 per kg. Daging ayam ras segar meningkat 8,02 persen menjadi Rp45.800 per kg.

Harga gula pasir kualitas premium juga naik 7,13 persen menjadi Rp21.800 per kg. Sementara minyak goreng curah naik 6,13 persen menjadi Rp21.650 per liter dan minyak goreng kemasan bermerk 1 meningkat 4,31 persen menjadi Rp25.400 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah jenis beras. Beras kualitas bawah I naik 4,36 persen menjadi Rp15.550 per kg, sedangkan beras bawah II naik 1,36 persen menjadi Rp14.900 per kg.

Beras medium I naik 1,51 persen menjadi Rp16.850 per kg. Namun, beras medium II justru turun 0,61 persen menjadi Rp16.300 per kg.

Pada kategori beras super, harga super I naik 1,12 persen menjadi Rp18.100 per kg, sedangkan super II turun tipis 0,29 persen menjadi Rp17.300 per kg.

Di sisi lain, tidak semua harga pangan bergerak naik. Cabai rawit hijau justru anjlok 20,85 persen menjadi Rp53.150 per kg. Cabai merah besar turun 3,84 persen menjadi Rp55.100 per kg.

Harga cabai rawit merah juga turun 5,94% menjadi Rp89.500 per kg. Meski terkoreksi, harganya masih menjadi salah satu yang tertinggi dalam daftar harga pangan nasional.

Penurunan juga terjadi pada daging sapi. Harga daging sapi kualitas I turun 2,49 persen menjadi Rp148.550 per kg, sedangkan kualitas II turun 0,63 persen menjadi Rp142.100 per kg.

Bawang putih ukuran sedang turun tipis 0,26 persen menjadi Rp39.100 per kg. Minyak goreng kemasan bermerk 2 juga turun 0,64 persen menjadi Rp23.350 per liter.

Sementara itu, harga telur ayam ras segar relatif stabil meski masih naik 0,5 persen atau Rp150 menjadi Rp30.200 per kg.

Data PIHPS merupakan hasil pemantauan harga pangan strategis di berbagai wilayah Indonesia. Untuk pasar tradisional, harga nasional merupakan rata-rata harga dari pedagang yang menjadi sampel di sejumlah daerah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com