- Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan efisiensi anggaran bukan sekadar memotong belanja Kementerian atau Lembaga.
- Suahasil menyampaikan hal tersebut dalam acara Antara Business Forum di Jakarta pada Rabu, 23 September 2026.
- Realisasi belanja negara hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai 59,7 persen dari target.
Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan efisiensi anggaran pemerintah bukan asal memotong anggaran belanja Kementerian/Lembaga saja.
Menurutnya, efisiensi harus dilakukan dengan memastikan anggaran negara digunakan pada sektor-sektor yang memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat.
Suahasil mengatakan pemerintah perlu mempertajam belanja negara sekaligus meningkatkan efisiensi dan ketepatan sasaran dalam penggunaan anggaran.
"APBN juga harus terus mempertajam belanja, meningkatkan efisiensi belanja dan targeting, bukan sekadar potong anggaran tapi meningkatkan efisiensi sehingga belanja masuk ke titik-titik yang sangat penting, yang mendorong pertumbuhan, memperbaiki kesejahteraan, mendorong program prioritas nasional," ujar Suahasil dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Suahasil, efisiensi juga menjadi bagian dari strategi fiskal pemerintah untuk memastikan APBN tetap mampu menjalankan fungsi pembangunan.
Anggaran negara harus diarahkan pada program yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus perlindungan masyarakat.
Suahasil juga menekankan percepatan belanja negara perlu dilakukan sejak lebih awal agar penyerapan anggaran tidak menumpuk menjelang akhir tahun. Namun, percepatan tersebut tetap harus memperhatikan efisiensi.
"Potensi untuk mengejar percepatan belanja negara ini menurut saya harus kita jalankan, tetapi pada saat yang bersamaan memastikan belanja negara yang dipercepat itu berlangsung secara efisien," ujarnya.
Ia menegaskan percepatan penyerapan anggaran tidak boleh hanya mengejar kecepatan. Belanja negara harus menghasilkan manfaat yang optimal.
"Jadi bukan hanya sekadar dia cepat, tapi dia juga efisien sehingga berdaya guna," ungkap Suahasil.
Dalam paparannya, Suahasil menyebut realisasi belanja negara hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai 59,7 persen dari target. Sementara pendapatan negara telah mencapai 65,2 persen dari target.
Ia mengatakan pemerintah akan terus menjaga APBN agar tetap sehat sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat.
"Sepanjang perjalanan APBN selalu kita mendorong agar APBN itu terus menumbuhkan perekonomian, APBN terus melindungi masyarakat, dan APBN tetap sehat," pungkasnya.