- Penjualan BABY naik 17% menjadi Rp458,97 miliar.
- Laba operasional BABY melonjak 271% jadi Rp12,18 miliar.
- Integrasi MTI-EGI baru mencapai 56% hingga kuartal II 2026.
Suara.com - PT Multitrend Indo Tbk (MTI) dengan kode saham BABY membukukan perbaikan kinerja pada kuartal II 2026. Tak hanya penjualan yang tumbuh, laba operasional perseroan juga melonjak hingga 270,9% secara tahunan.
Berdasarkan kinerja kuartal II 2026, penjualan bersih konsolidasian MTI mencapai Rp458,97 miliar. Angka tersebut tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus 8% di atas anggaran perseroan.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada bisnis distribusi MTI dan PT Emway Globalindo (EGI). Penjualan bersih dari bisnis tersebut mencapai Rp241,8 miliar atau meningkat 28% secara tahunan.
Kinerja distribusi juga menopang peningkatan margin. Cash Margin dari bisnis tersebut tercatat Rp85,3 miliar, tumbuh 44% dibandingkan kuartal II 2025.
Dari sisi profitabilitas, Operating Profit MTI mencapai Rp12,18 miliar pada kuartal II 2026. Nilai tersebut melonjak 270,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Operating EBITDA tercatat Rp18,07 miliar.
Perbaikan kinerja juga dibarengi dengan peningkatan sejumlah indikator operasional. Overall Service Level Agreement (SLA) naik dari 91,65% pada kuartal I menjadi 94,80% pada kuartal II 2026.
Finance SLA meningkat dari 68,83% menjadi 78,89%. Adapun Distribution SLA mencapai 98,03% dan Warehouse SLA mencapai 98,24%.
Efisiensi modal kerja turut membaik. Cash Conversion Cycle (CCC) perseroan berhasil dipangkas 29 hari, dari 213 hari menjadi 184 hari. Inventory Days juga turun dari 226 hari menjadi 214 hari.
Perbaikan tersebut turut memperkuat posisi likuiditas. Hingga akhir Juni 2026, MTI mencatatkan posisi kas bersih sebesar Rp32,68 miliar.
CEO PT Multitrend Indo Tbk Niraj Jain mengatakan integrasi bisnis MTI dan EGI diarahkan agar memberikan dampak langsung terhadap kegiatan operasional.
“Fokus kami adalah memastikan bahwa proses integrasi memberikan dampak yang nyata terhadap cara kami menjalankan bisnis sehari-hari,” ujar Niraj.
Integrasi MTI dan EGI dilakukan melalui MTI × EGI Integration Beat Plan yang mencakup 108 milestones dalam lima area, yakni People, Systems, Legal, Strategic, dan E-Commerce.
Namun, hingga akhir kuartal II 2026, proses integrasi tersebut baru mencapai 56%. Sebanyak 61 tugas telah selesai, 20 tugas masih berjalan, sedangkan 27 tugas belum dimulai.
Perseroan menyebut tidak ada aktivitas yang masuk kategori at risk atau blocked selama periode tersebut. Kerangka integrasi ini juga disiapkan untuk dapat digunakan kembali dalam ekspansi kategori, pengembangan saluran penjualan, integrasi sistem lintas entitas, dan agenda transformasi strategis lainnya.