- Apple merilis Peringatan Spyware iPhone di 99 negara bagi pengguna.
- Serangan siber menyasar pejabat lewat Peringatan Spyware iPhone terkini.
- Pengguna merespons Peringatan Spyware iPhone dengan mengaktifkan fitur Lockdown Mode.
Suara.com - Pengguna perangkat iPhone di berbagai penjuru dunia kembali harus meningkatkan kewaspadaan digital mereka. Baru-baru ini, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, yakni Apple, meluncurkan gelombang notifikasi ancaman keamanan baru yang dikirimkan kepada para pengguna setianya di 99 negara.
Peringatan penting ini muncul langsung di layar kunci (Lock Screen) serta menu pengaturan (Settings) perangkat pengguna pada akhir Oktober lalu.
Berdasarkan laporan dari situs teknologi terkemuka BGR, gelombang peringatan tersebut ditujukan bagi individu-individu yang diidentifikasi berisiko tinggi menjadi target empuk dari serangan mercenary spyware atau perangkat lunak mata-mata bayaran.
Meski demikian, pihak Apple menegaskan bahwa notifikasi masif ini tidak serta-merta mengonfirmasi bahwa seluruh perangkat dari pengguna di negara-negara tersebut telah berhasil diretas atau disusupi.
Angka 99 negara sendiri merujuk pada cakupan geografis tempat para target yang dicurigai itu berada, sebagaimana dihimpun dari berbagai laporan investigasi dan konfirmasi figur publik seperti jurnalis serta politisi yang menerimanya.
Apa Itu Mercenary Spyware dan Siapa Sasarannya?
Bagi sebagian besar pengguna awam, ancaman jenis ini mungkin terdengar asing.
Apple mendefinisikan mercenary spyware sebagai perangkat lunak mata-mata digital yang sangat canggih dan mahal, sering kali bernilai jutaan dolar yang dikembangkan oleh perusahaan swasta dan biasanya dijual kepada pihak pemerintah atau entitas tertentu.
Sasaran dari serangan semacam ini bukanlah masyarakat umum, melainkan individu-individu spesifik dengan profil strategis tinggi.
Dikutip dari BGR, beberapa figur yang dilaporkan menerima peringatan tersebut di antaranya adalah para anggota parlemen atau pejabat pemerintah di Jerman, hingga sejumlah jurnalis investigasi dan pembuat film dokumenter terkemuka seperti Radwan Mortada di Lebanon dan Ragp Soylu di Turki.
Serangan ini dirancang secara rapi untuk memata-matai target secara senyap, memberikan akses tak sah kepada pelaku terhadap pesan pribadi, data lokasi, hingga informasi sensitif lainnya di dalam ponsel korban.
Mitos Ponsel Aman dan Cara Melindungi Perangkat
Kasus ini sekaligus mematahkan mitos lama yang keliru di kalangan sebagian pengguna yang mengira bahwa perangkat berbasis iOS sepenuhnya kebal dari berbagai macam bentuk malware atau infeksi peretas.
Faktanya, celah keamanan tingkat tinggi selalu ada dan menuntut kehati-hatian ekstra dari setiap pemilik ponsel.
Bagi Anda yang khawatir dan ingin memastikan keamanan perangkat iPhone masing-masing, berikut adalah beberapa langkah esensial yang direkomendasikan oleh para ahli keamanan siber dan pihak Apple:
Cek Melalui Jalur Resmi
Jangan pernah mengklik tautan atau link apa pun yang dikirimkan melalui pesan teks atau email yang mengaku sebagai peringatan dari Apple.
Peringatan asli hanya akan muncul di Lock Screen atau bagian Settings perangkat Anda, atau dapat dipastikan dengan masuk secara mandiri melalui laman resmi akun Apple di account.apple.com.
Aktifkan Fitur Lockdown Mode
Bagi pengguna yang merasa memiliki risiko tinggi atau mencurigai perangkatnya menjadi target empuk, mengaktifkan fitur perlindungan ekstrem Lockdown Mode yang tersedia di pengaturan sangat dianjurkan.
Perbarui Perangkat Secara Berkala
Selalu pastikan sistem operasi iOS di iPhone Anda menggunakan versi terbaru guna menutup celah keamanan yang mungkin dimanfaatkan oleh peretas.
Hindari Tautan Asing
Tetap waspada terhadap berbagai modus operandi kejahatan siber, serta manfaatkan layanan bantuan keamanan digital profesional seperti Digital Security Helpline dari Access Now apabila Anda benar-benar menerima notifikasi ancaman resmi dari Apple.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah