Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?

Kamis, 24 September 2026 | 12:27 WIB
Cara Menyimpan Kripto Aman. [Pexels]
BACA 10 DETIK
  • Komputer kuantum berpotensi mengancam sistem keamanan kripto.
  • PQC disiapkan untuk menghadapi ancaman komputasi kuantum.
  • Indonesia mulai membahas keamanan digital era pasca-kuantum.

Suara.com - Perkembangan komputer kuantum mulai mendorong perhatian baru terhadap keamanan transaksi dan aset digital. Teknologi komputasi generasi berikutnya tersebut berpotensi mengubah sistem kriptografi yang saat ini menjadi fondasi keamanan berbagai layanan digital, termasuk ekosistem kripto.

Isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam PERURI Digital Summit 2026 yang digelar pada 22-23 Oktober 2026 di Taman Kota Peruri. Forum teknologi digital nasional itu mengangkat tema "Building Technology of The Future" dengan fokus antara lain pada kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan Post-Quantum Cryptography (PQC).

PQC merupakan pendekatan kriptografi yang dirancang untuk menghadapi ancaman dari komputer kuantum. Perkembangan teknologi ini menjadi semakin relevan karena sistem keamanan digital saat ini banyak bergantung pada algoritma kriptografi yang suatu saat dapat menghadapi risiko apabila kemampuan komputasi kuantum berkembang secara signifikan.

Risiko tersebut juga menjadi perhatian bagi industri kripto. Aset kripto dan berbagai layanan berbasis blockchain mengandalkan kriptografi untuk mengamankan transaksi, identitas digital, serta kepemilikan aset. Karena itu, perkembangan teknologi komputasi tidak hanya menjadi persoalan industri teknologi, tetapi juga berkaitan dengan keamanan ekosistem aset digital.

Forum tersebut akan membahas kesiapan keamanan digital menghadapi perkembangan komputasi generasi berikutnya melalui perspektif PQC. Pembahasan ini akan ditempatkan berdampingan dengan isu AI dan semikonduktor yang menjadi fondasi perkembangan teknologi digital masa depan.

Selain PQC, teknologi semikonduktor menjadi perhatian karena chip merupakan fondasi berbagai perangkat dan layanan digital, termasuk sistem pembayaran, identitas digital hingga infrastruktur teknologi.

Dalam rangkaian menuju acara utama, digelar pula PERURI Chip Hackathon 2026 yang melibatkan mahasiswa untuk mengembangkan ide dan solusi di bidang desain chip dan semikonduktor. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong pengembangan talenta digital sekaligus memperkenalkan potensi industri semikonduktor nasional.

Direktur Digital Business PERURI Edwin Purwandesi mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong transformasi digital nasional.

"Kehadiran PERURI Digital Summit 2026 adalah wujud komitmen kami dalam mengawal transformasi digital nasional. Acara ini merupakan wadah strategis untuk merumuskan masa depan ekosistem digital Indonesia," ujar Edwin.

Menurut dia, forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara masyarakat, pelaku industri, pemerintah, akademisi dan komunitas teknologi.

Perkembangan PQC menjadi semakin penting ketika penggunaan layanan digital semakin luas. Tantangannya bukan hanya bagaimana membangun teknologi baru, tetapi juga memastikan sistem keamanan yang digunakan saat ini tetap mampu melindungi data, transaksi dan identitas ketika kemampuan komputasi terus berkembang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com