Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB
Menkeu Suahasil Nazara saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester kedua 2026 mampu melampaui 5,5 persen.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia pada hari Jumat, 25 September 2026.
  • Ketahanan ekonomi nasional dibuktikan oleh indikator inflasi sebesar 3,19 persen dan pertumbuhan kredit sekitar 13 persen.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara percaya diri kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester 2026 masih mampu menembus angka di atas 5,5 persen.

"Proyeksi pertumbuhan, kita masih lihat bahwa saya yakin di Q3, Q4, di setengah tahun kedua ini kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen. Dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik," katanya saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia (BI), dikutip Jumat (25/9/2026).

Menkeu Suahasil menyatakan kalau saat ini Pemerintah berambisi menciptakan pertumbuhan ekonomi RI hingga 6 persen. Ia mengklaim kalau kondisi ekonomi sekarang juga masih dalam tahap positif.

Bendahara negara menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketegangan geopolitik global. Ia membuktikan lewat sejumlah indikator mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga pertumbuhan kredit.

Suahasil menyebut kalau saat ini inflasi RI masih ada di level 3,19 perse per Agustus 2026. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di semester pertama mencapai 5,45 persen.

Bukti lainnya, pertumbuhan kredit di Indonesia masih di sekitar 13 persen. Dari sini, ia menyebut fundamental ekonomi RI masih amat baik.

"Ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita,” jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com