- Nilai investasi Telkomsel di GOTO menyusut Rp5,65 triliun.
- Harga GOTO Rp32 membuat investasi tersisa Rp759 miliar.
- GOTO harus naik 743,75% untuk kembali ke Rp270.
Pernyataan itu disampaikan saat Daru menjawab pertanyaan mengenai arah investasi Telkomsel di GOTO, termasuk floating loss yang disebut mencapai Rp5 triliun lebih.
Menurut Daru, pergerakan harga saham GOTO tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran untuk menilai manfaat investasi. Harga saham mencerminkan dinamika pasar, sedangkan kemitraan Telkomsel dan GOTO juga memiliki tujuan strategis.
"Pergerakan harga saham GoTo mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut," ujarnya.
Telkomsel masih mengevaluasi kinerja investasi sekaligus realisasi sinergi dengan GOTO. Namun, perseroan belum mengungkap nilai sinergi yang telah terealisasi maupun target manfaat finansial dari kerja sama tersebut.
"Ke depan Telkomsel akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan realisasi sinergi," kata Daru.
Hingga kini, Telkomsel juga belum menyampaikan rencana untuk menjual, menambah, ataupun mengurangi kepemilikan saham GOTO.
Daru menegaskan, setiap keputusan investasi akan diambil secara pruden berdasarkan kajian yang komprehensif serta mengikuti prinsip tata kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku.
"Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara pruden berdasarkan kajian yang komprehensif serta mengikuti prinsip tata kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku," tutup Daru.