- Rupiah menguat 87 poin ke level Rp17.894 per dolar AS pada perdagangan hari Rabu, 30 September 2026.
- Penguatan tersebut didorong oleh intervensi Bank Indonesia serta pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak dunia.
- Kenaikan nilai tukar ini menjadikan mata uang rupiah sebagai yang paling kuat di kawasan Asia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah perkasa hingga akhir perdagangan, Rabu, 30 September 2026. Bahkan, mata uang Garuda yang paling kuat di Asia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.894 per dolar AS, menguat 87 poin atau naik 0,48 persen.
Analis Doo Financial Futures, Lukman mengatakan penguatan rupiah ini setelah Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi di paar sekunder.
"Rupiah ditutup menguat cukup besar terhadap dolar AS didukung oleh intervensi BI memanfaatkan momentum perlemahan dolar AS dan penurunan harga minyak mentah dunia," ujarnya.
Lukman menambahkan, rupiah juga terapresiasi karena dolar AS yang melempem imbas data ekonomi AS loyo. Selain itu, investor juga masih wait and see terhadap pengumuman inflasi AS.
"Investor umumnya masih cenderung mewaspadai rilis data penting inflasi AS malam ini dan data perdagangan serta inflasi Indonesia besok siang," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Rinciannya yen Jepang naik 0,20 persen, dolar Taiwan terdongkrak 0,15 persen.
Diikuti dolar Singapura naik 0,09 persen, baht Thailand menguat 0,08 persen, dan ringgit Malaysia juga naik tipis 0,05 persen.
Lalu yuan China naik 0,04 persen dan dolar Hongkong terkerek 0,01 persen. Sedangkan, won Korea anjlok paling dalam 0,15 persen dan peso Filipina 0,12 persen.