- Dampak Super El-Nino mulai dirasakan pelaku industri.
- Distribusi barang menggunakan kapal terhambat karena debit air yang mulai berkurang.
- Gangguan ini juga menjadi salah satu faktor meningkatnya biaya logistik
Suara.com - Dampak Super El Nino mulai dirasakan industri di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satu dampaknya terjadi pada distribusi barang setelah debit air sungai menyusut sehingga kapal tidak dapat melintas.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan kondisi tersebut ikut membuat pelaku industri menahan pengiriman produk ke sejumlah daerah. Tak hanya itu, gangguan ini juga menjadi salah satu faktor meningkatnya biaya logistik
"Selain juga ada soal dampak El Nino, bahwa ada angkutan, ada sungai yang mengering, sehingga tidak bisa dilewati oleh kapal. Tapi itu ada beberapa daerah saja," kata Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Kemenperin juga mewaspadai dampak El Nino terhadap aspek lain dalam kegiatan industri, khusunya dalam hal pasokan energi.
Febri menyebut pihaknya mengantisipasi kemungkinan dampak kekeringan terhadap bendungan yang menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA), terutama terhadap kemampuan memasok listrik bagi kegiatan produksi.
"Nah, itu kita harus lihat nanti bagaimana dampak El Nino terhadap bendungan dan kemampuan suplai listrik, terutama suplai listrik untuk produksi, untuk industri. Nah, ini harus antisipasi kalau nanti terjadi penurunan daya, harus diantisipasi agar industri tetap berproduksi," tutur Febri.
Selain energi, Kemenperin memantau ketersediaan bahan baku industri agro yang berasal dari sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Pemerintah meminta industri melaporkan perkembangan dampak El Nino agar potensi gangguan terhadap kegiatan produksi dapat diantisipasi.