Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Rabu, 30 September 2026 | 20:20 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto. (Instagram/prabowo)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo meminta Kementerian Keuangan dan BPI Danantara menjaga stabilitas ekonomi pada Rabu (30/9/2026) di Jakarta.
  • Kementerian Keuangan dan BPI Danantara berkolaborasi membagi tugas antara pengelolaan APBN dan investasi untuk perekonomian Indonesia.
  • Menteri Keuangan melaporkan hasil pengesahan UU APBN 2027 dengan pendapatan negara dan belanja negara.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan kalau Presiden RI Prabowo Subianto meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BPI Danantara untuk menjaga ekonomi Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menkeu Suahasil usai bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Dalam pembahasan itu, mengungkapkan sejumlah kondisi ekonomi Indonesia yang terjadi beberapa waktu belakangan.

"Dalam jangka pendek, saya mengatakan kepada Bapak Presiden, melaporkan mengenai pentingnya terus menjaga kondisi ekonomi dan termasuk juga berbagai macam penguatan bantuan-bantuan yang diperlukan untuk situasi sekarang ini," katanya.

Bendahara Negara lalu mengungkapkan kalau Presiden Prabowo memintanya untuk terus menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap kredibel dan terus melakukan efisiensi secara terukur.

Dengan demikian, lanjutnya, APBN bisa digunakan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan, perlindungan sosial, hingga membangun infrastruktur.

Tak cuma itu, Suahasil juga mengungkapkan kalau pertemuan juga membahas soal peran investasi yang akan dilakukan Danantara. Menurutnya, Kemenkeu sebagai otoritas fiskal akan berkolaborasi dengan lembaga tersebut.

Menkeu Suahasil Nazara saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Kami berkolaborasi dengan sangat-sangat erat antara Danantara dengan APBN. Jadi ibaratnya Danantara dan APBN itu saling kolaborasi, berbagi tugas supaya menjaga perekonomian Indonesia," lanjutnya.

Suahasil memaparkan kalau APBN berfungsi untuk membiayai sektor yang sifatnya pelayanan publik, infrastruktur dasar, hingga operasional dari Pemerintah.

Sementara BPI Danantara berfungsi sebagai lembaga yang mengelola investasi. Menurutnya, investasi akan sangat kuat ketika diserahkan ke Danantara.

"Danantara itu adalah investasi. Investasi akan sangat kuat di Danantara. Tadi kita banyak membicarakan gerak sinergi yang perlu kita lakukan bersama," jelasnya.

Lebih lanjut Suahasil juga melaporkan soal hasil pengesahan UU APBN 2027 yang disahkan dalam Rapat Paripurna DPR kemarin. Dalam kesepakatan itu, Pendapatan Negara dipatok Rp 3.435,10 triliun, sedangkan Belanja Negara ditetapkan Rp 4.106,26 triliun.

"Saya melaporkan jumlah pendapatan negara yang perlu dikumpulkan dan juga jumlah belanja. Jumlah pendapatan negara Rp 3.400 triliun lebih. Kemudian Belanja negara Rp 4.100 triliun lebih," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com