Rupiah Berotot Hingga Akhir Perdagangan ke Level Rp17.882

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:12 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Rupiah ditutup menguat ke level Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Anjloknya imbal hasil obligasi AS dan intervensi Bank Indonesia menjadi penyebab utama penguatan nilai tukar.
  • Mayoritas mata uang Asia turut mengalami penguatan terhadap dolar AS kecuali dolar Hong Kong.

Suara.com - Nilai tukar rupiah bertahan menghijau hingga akhir perdagangan, Jumat, 2 Oktober 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.882 per dolar AS, menguat 84 poin atau naik 0,47 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah ini masih terimbas dari imbal hasil obligasi AS yang anjlok, sehingga membuat dolar AS.

"Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi AS yang turun oleh antisipasi data pekerjaan AS  malam ini yang diperkiran akan menunjukkan angka pekerjaan yang lemah," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Lukman melanjutkan, penguatan ini juga disebabkan oleh Bank Indonesia (BI) yang terus melakukan intervensi agar rupiah bertahan menguat.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

"BI juga masih terus mengintervensi pasar untuk menguatkan rupiah. Untuk Senin, depan akan tergantung pada data pekerjaan Amerika Serikat malam ini," jelasnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung menguat. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,87 persen, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,48 persen, peso Filipina menguat 0,40 persen, baht Thailand menguat 0,38 persen.

Lalu ada Yen Jepang menguat 0,34 persen, dolar Singapura menguat 0,17 persen, dan ringgit Malaysia yang menguat 0,04 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS sore ini dengan pelemahan 0,006 persen.

Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 101,86, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 102,09.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com