WIKA dan Waskita Jadi Persoalan, Danantara Dahulukan Merger 4 BUMN Karya Lain

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:08 WIB
Danantara memprioritaskan merger empat BUMN karya yang dinilai lebih mudah diselesaikan. WIKA dan WSKT butuh perhatian lebih. [Dok WIKA]
BACA 10 DETIK
  • Danantara memprioritaskan merger empat BUMN karya yang dinilai lebih mudah diselesaikan.
  • Merger WIKA dan Waskita Karya ditunda karena memerlukan penanganan beban utang yang lebih rumit.
  • Danantara menargetkan konsolidasi perusahaan asuransi BUMN dapat diselesaikan sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mendahulukan proses merger Badan Usaha Milik Negara atau BUMN karya yakni PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya.

Sementara merger dua BUMN karya lainnya, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan dilakukan setelah proses resktrukturisasi mengingat rumitnya kondisi kedua perusahaan tersebut.

“Bahwa merger PTPP, Adhi Karya, kemudian Brantas Abipraya dan Nindya Karya, ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu. Kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi. itu ada WIKA dan Waskita," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dony menjelaskan, Danantara akan fokus terhadap proses merger ke empat perusahaan BUMN Karya terlebih dahulu, setelahnya baru akan berfokus pada dua perusahaan yang membutuhkan langkah restrukturisasi lebih kompleks.

Ia menyebut, WIKA dan WSKT menjadi perusahaan yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses restrukturisasi karena membutuhkan sejumlah langkah, termasuk optimalisasi atau investasi aset serta penurunan beban utang.

"Terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau yang PT Hutama Karya, mereka relatively sehat. Jadi hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan," ujar Dony.

Dony menjelaskan, Danantara saat ini tengah melakukan penataan terhadap perusahaan-perusahaan BUMN melalui empat skema, yaitu penutupan atau likuidasi, divestasi, konsolidasi, serta restrukturisasi.

Untuk perusahaan yang masuk dalam skema restrukturisasi, Ia menjelaskan langkah yang dilakukan dapat berupa penambahan ekuitas, injeksi aset, maupun restrukturisasi pinjaman.

"Ini sudah selesai kita tentukan, sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan saja yang kita kelola," ujar Dony.

Selain sektor konstruksi, ia mengungkapkan Danantara juga tengah melakukan proses konsolidasi terhadap perusahaan-perusahaan BUMN sektor asuransi.

Pihaknya menargetkan merger perusahaan BUMN asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit dapat selesai pada akhir tahun 2026, termasuk perusahaan asuransi berbasis syariah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com