Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:02 WIB
Ilustrasi serangan drone Houthi. [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Kelompok Houthi menyerang fasilitas Saudi Aramco dengan rudal dan drone pada Senin (5/10/2026).
  • Serangan tersebut memicu kekhawatiran pasar dan mendongkrak harga minyak dunia jenis Brent serta WTI.
  • Kontrak minyak mentah Brent naik menjadi 103,06 dolar AS dan WTI menguat ke 91,57 dolar AS per barel.

Suara.com - Harga minyak dunia terpantau naik pada perdagangan Senin (5/10/2026). Kenaikan ini terjadi menyusul klaim kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran atas peluncuran rudal balistik dan drone, yang menargetkan fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan kawasan Khurais.

Serangan ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas produksi di kawasan pemasok minyak utama dunia tersebut.

Mengutip dari Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent tercatat naik 81 sen atau 0,79 persen menjadi 103,06 dolar AS per barel pada pukul 22.02 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turut menguat 46 sen atau 0,50 persen ke level 91,57 dolar AS per barel.

Sebagaimana dilaporkan, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah meluncurkan serangkaian rudal balistik dan drone yang menargetkan fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan kawasan Khurais, Arab Saudi.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa serangan yang diklaim memicu kebakaran besar itu merupakan bentuk balasan atas sekitar 50 serangan udara dan rudal, yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi di Yaman dalam 12 jam sebelumnya.

Ilustrasi serangkaian rudal balistik dan drone . [Tangkap layar X]

Kendati demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Arab Saudi terkait klaim serangan tersebut.

Sebelum pengumuman ini, sejumlah pejabat regional dan Barat sempat mengungkapkan kepada Reuters bahwa Arab Saudi bersama sekutu Yaman mereka memang tengah merencanakan serangan terhadap posisi Houthi.

Dalam rencana tersebut, Saudi memimpin pertempuran udara sementara pasukan Yaman bergerak di garis depan darat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com