Harga Telur Ayam Naik, Mendag Bilang Masih Wajar: Rp26.200 di Bawah Acuan

Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:12 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026). [Suara.com/Fakhri]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kenaikan harga telur ayam ras menjadi Rp26.200 per kilogram masih wajar.
  • Kenaikan harga ini dinilai membantu peternak yang sebelumnya kesulitan membiayai pakan saat harga turun.
  • Pemerintah menetapkan harga acuan sebesar Rp30.000 per kilogram sebagai titik temu ideal produsen dan konsumen.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, buka suara soal kenaikan harga telur ayam ras yang kini mencapai sekitar Rp26.200 per kilogram.

Budi mengatakan, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar karena harga telur di pasaran masih berada di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp30.000 per kilogram.

"Telur itu tadi saya cek, Teman-teman juga bisa dicek di SP2KP. Hari ini Rp26.200 kalau tidak salah ya. Harga acuannya kan Rp30.000. Artinya masih di bawah harga acuan," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Budi mengakui, harga telur memang mengalami kenaikan jika dibandingkan sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp24.000 per kilogram.

Namun, menurut dia, harga yang terlalu rendah justru dapat menyulitkan peternak.

"Memang naik dari sebelumnya yang turun sampai Rp22.000, Rp24.000, sekarang ke Rp26.000," ujarnya.

Menurut Budi, ketika harga telur berada di kisaran Rp22.000-Rp24.000, peternak mengalami kesulitan untuk menjalankan produksi karena terbebani biaya pakan.

"Telur itu ketika harga Rp22.000, Rp24.000, peternak kan tidak bisa berproduksi karena tidak bisa beli pakan dan sebagainya," jelasnya.

Budi mengatakan, kondisi tersebut sebelumnya bahkan sempat memicu aksi protes peternak hingga terjadi pembuangan telur.

"Makanya dulu ada demo sampai telur dibuang-buang itu ya," katanya.

Karena itu, pemerintah menilai harga telur mendekati Rp30.000 per kilogram merupakan harga yang lebih ideal. 

Menurut Budi, harga tersebut menjadi titik pertemuan antara kepentingan produsen dan konsumen.

"Nah, ketika mendekati Rp30.000 itu sebenarnya harga yang ideal. Artinya harga pertemuan antara produsen dan konsumen," jelas Budi.

Budi menyebut, penetapan harga acuan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai komponen, mulai dari biaya produksi hingga distribusi.

"Jadi kita memberikan harga Rp30.000 itu juga sesuai ya. Kita hitung dulu berapa biaya produksi, biaya distribusi dan sebagainya. Kita hitung ketemunya angka sekian," katanya.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (6/10/2026). [Suara.com/Fakhri]

Beda dengan data SP2KP Kemendag, harga telur ayam ras segar yang dicatat Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia hari ini mencatat adanya kenaikan signifikan. Komoditas ini memiliki rata-rata harga nasional sebesar Rp31.550 per kg, naik Rp1.600 atau 5,34 persen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com