- IHSG berpeluang menguat pada 7 Oktober 2026 setelah naik 1,21 persen didorong keputusan FTSE dan bursa global.
- Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp597 miliar pada 6 Oktober 2026 dengan melepas sejumlah saham emiten besar.
- Bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi baru pada 6 Oktober 2026 yang turut menopang pergerakan positif IHSG.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (7/10/2026), setelah pada hari sebelumnya ditutup melonjak 1,21 persen ke level 6.192,93.
Pergerakan positif indeks domestik mendapat topangan dari keputusan FTSE yang mempertahankan status secondary emerging Indonesia, serta maraknya sentimen positif dari rekor bursa saham global.
Meski menguat signifikan pada Selasa (6/10/2026), pemodal asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp597 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, dan PT Barito Pacific Tbk.
Analisis Teknikal dan Rekomendasi Saham
Berdasarkan kajian teknikal BNI Sekuritas, IHSG berpotensi menguji area batas atas pada rentang 6.200 hingga 6.250. Namun, investor diingatkan untuk mengantisipasi potensi koreksi apabila indeks gagal menembus level 6.250.
BNI Sekuritas menetapkan area batas bawah pada kisaran 6.070 hingga 6.150, dengan saham pilihan hari ini mencakup ISAT, DSSA, MAPA, BRIS, MOLI, dan DOOH.
Analisis dari Phintraco Sekuritas melalui Alrich Paskalis T. mencatat bahwa posisi penutupan IHSG yang berada di atas rata-rata pergerakan 10 hari serta penyempitan histogram negatif indikator MACD membuka ruang penguatan lebih lanjut menuju rentang 6.230 hingga 6.280, dengan titik pivot pada 6.200 dan batas bawah di 6.100.
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpotensi menguji area celah harga pada rentang 6.227 hingga 6.231 sebagai bagian dari pergerakan gelombang c dari gelombang y.
Jika volume pembelian terus meningkat, indeks berpeluang menuju kisaran 6.342 hingga 6.430. MNC Sekuritas menempatkan batas bawah pada level 6.091 dan 5.973, serta batas atas pada 6.297 dan 6.376.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Laju IHSG juga mendapat angin segar dari pasar saham Amerika Serikat yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (6/10/2026). Indeks S&P 500 menguat 0,58 persen, Nasdaq Composite naik 0,45 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,49 persen.
Penguatan dipicu oleh kestabilan harga minyak dunia, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta peralihan fokus investor ke proyeksi kinerja emiten.
Di Sisi lain, data menunjukkan defisit perdagangan AS melebar 13,7 persen akibat kenaikan impor barang modal sebesar 4,4 persen pada Agustus, yang mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan belanja infrastruktur kecerdasan buatan. Saham pembuat cip AMD menguat 2,8 persen setelah merencanakan lonjakan pasokan pada 2027, Marvell Technology melesat 5,8 persen, dan Constellation Energy melonjak 12,3 persen usai menyepakati kontrak listrik 3.590 megawatt dengan Alphabet.
Bursa Asia Menghijau Menanti Risalah The Fed
Kawasan Asia turut mencatatkan penguatan secara umum. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,05 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,00 persen, STI Singapura bertambah 0,66 persen, dan ASX 200 Australia terangkat 0,57 persen.
Namun, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,89 persen akibat penurunan saham Samsung Electronics dan SK Hynix, meskipun indeks Kosdaq melonjak 3,00 persen.
Saat ini pelaku pasar global sedang mencermati rilis risalah rapat kebijakan moneter Bank Sentral AS periode September yang dijadwalkan terbit pada Rabu (7/10/2026) waktu setempat untuk membaca arah suku bunga acuan mendatang.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai perkembangan pasar modal dan indikator ekonomi. Seluruh data pergerakan indeks, analisis teknikal, serta rekomendasi saham dikutip dari laporan riset BNI Sekuritas, Phintraco Sekuritas, MNC Sekuritas, dan rilis media finansial terpercaya.