Saham Apple hingga Nvidia Segera Bisa Dibeli 24 Jam Lewat Kripto, Ini Rinciannya

Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:04 WIB
NYSE (Antara/REUTERS/Brendan McDermid)
BACA 10 DETIK
  • OKXICE mengajukan izin regulasi untuk perdagangan tokenisasi saham Amerika Serikat secara non-stop 24 jam.
  • Token digital didukung satu banding satu dengan saham fisik dan memberikan hak ekonomi penuh kepada investor.
  • Platform menggunakan stablecoin serta kolam likuiditas blockchain tanpa anonimitas karena mewajibkan verifikasi identitas pengguna.

Suara.com - Pasar keuangan global berpeluang memasuki era baru. Usaha patungan antara bursa kripto OKX dan pemilik Bursa Saham New York (NYSE), Intercontinental Exchange (ICE), bernama OKXICE, telah mengajukan pendaftaran regulasi untuk menghadirkan perdagangan tokenisasi atas puluhan saham raksasa Amerika Serikat secara non-stop 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

Dalam dokumen pengajuannya, OKXICE mencantumkan lebih dari 60 sekuritas yang rencananya akan ditawarkan dalam bentuk token digital. Daftar tersebut mencakup perusahaan teknologi terkemuka seperti Nvidia, Tesla, Apple, Microsoft, Amazon, dan Alphabet, hingga raksasa keuangan dan industri seperti JPMorgan, Goldman Sachs, Walmart, dan Boeing.

Sejumlah emiten berbasis kripto seperti Coinbase, Circle, dan Robinhood juga turut terdaftar.

Meski demikian, pencantuman tersebut belum menjadi jaminan mutlak. Setiap korporasi diberikan tenggat waktu 30 hari untuk mengajukan keberatan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pembuat cip Cerebras.

Dilansir daru Coindesk, tokenisasi ini dirancang dengan jaminan satu banding satu (1:1). Artinya, setiap token saham yang beredar di blockchain didukung penuh oleh satu saham fisik yang disimpan pada pialang terdaftar. Investor pemegang token tetap memiliki hak ekonomi penuh, termasuk penerimaan dividen dan hak suara dalam keputusan perusahaan.

Transaksi Berbasis Stablecoin dan Kolam Likuiditas

Berbeda dari pialang tradisional, transaksi pada platform ini tidak menggunakan mata uang fiat secara langsung, melainkan menggunakan dolar digital (stablecoin) seperti USDC, USDT, dan USDG.

Proses perdagangan tidak menggunakan sistem pencocokan pesanan tradisional, melainkan memanfaatkan kolam likuiditas berbasis Automated Market Maker (AMM). Sistem ini berjalan di atas jaringan blockchain XLayer milik OKX dengan memanfaatkan infrastruktur bursa terdesentralisasi Uniswap.

Model pembuat pasar yang dikelola secara aktif ini memungkinkan penyesuaian harga dan kuota saham secara fleksibel berdasarkan ketersediaan aset dalam kolam likuiditas.

Keunggulan utama pasar baru ini adalah fleksibilitas waktu transaksi yang tidak terbatas pada jam bursa Wall Street, sehingga investor dapat bertransaksi pada akhir pekan maupun malam hari.

Meski menggunakan fondasi teknologi kripto, platform ini menegaskan tidak menerima pengguna anonim. Seluruh investor wajib melalui verifikasi identitas (KYC) serta pemeriksaan anti-pencucian uang (AML) sebelum dapat beraktivitas.

Pengamat industri menilai langkah OKXICE sebagai salah satu pengujian terbesar di dunia nyata terkait efisiensi perdagangan saham berbasis blockchain. Meski demikian, lembaga analisis seperti TD Securities mencatat bahwa adopsi dari investor institusional mungkin masih memerlukan waktu.

Hal tersebut dipengaruhi oleh dinamika regulasi, termasuk masa kelonggaran lima tahun dari SEC yang masih bersifat sementara, serta kesiapan infrastruktur dari pelaku pasar besar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com