- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia mencatat pergerakan harga pangan nasional pada Rabu, 7 Oktober 2026.
- Harga cabai rawit merah turun menjadi Rp98.600 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik menjadi Rp76.100 per kilogram.
- Komoditas daging ayam, telur ayam, dan sebagian besar beras mengalami penurunan harga di pasar tradisional secara nasional.
Suara.com - Harga cabai masih berada di level tinggi di pasar tradisional secara nasional pada Rabu (7/10/2026). Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp98.600 per kilogram (kg), meski turun dibandingkan posisi sebelumnya.
Berdasarkan data rata-rata harga pangan nasional Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dilihat melalui situs bi.go.id/hargapangan pukul 10.20 WIB, harga cabai rawit merah turun 1,94 persen atau Rp1.950 menjadi Rp98.600 per kg.
Sementara, cabai merah keriting justru naik 5,18 persen atau Rp3.750 menjadi Rp76.100 per kg. Cabai merah besar juga meningkat 0,82 persen atau Rp500 menjadi Rp61.600 per kg.
Kenaikan turut terjadi pada cabai rawit hijau sebesar 1,3 persen atau Rp900 menjadi Rp70.200 per kg.
Di luar komoditas cabai, penurunan cukup dalam terjadi pada daging ayam ras segar. Harganya turun 5,13 persen atau Rp2.150 menjadi Rp39.750 per kg.
Harga telur ayam ras segar juga merosot 5,19 persen atau Rp1.550 menjadi Rp28.300 per kg.
Sementara itu, harga daging sapi bergerak bervariasi. Daging sapi kualitas 1 turun 0,75 persen atau Rp1.150 menjadi Rp151.300 per kg. Sebaliknya, daging sapi kualitas 2 naik 0,31 persen atau Rp450 menjadi Rp143.750 per kg.
Pada komoditas bawang, harga bawang merah ukuran sedang turun 1,47 persen atau Rp550 menjadi Rp36.750 per kg. Bawang putih ukuran sedang juga turun 2,83 persen atau Rp1.100 menjadi Rp37.800 per kg.
Harga beras mayoritas mengalami penurunan. Beras kualitas medium I turun 1,81 persen atau Rp300 menjadi Rp16.300 per kg, sedangkan beras kualitas medium II turun 1,52 persen atau Rp250 menjadi Rp16.150 per kg.
Beras kualitas super I turun lebih dalam sebesar 3,62 persen atau Rp650 menjadi Rp17.300 per kg. Kemudian, beras kualitas super II turun 2,88 persen atau Rp500 menjadi Rp16.850 per kg.
Namun, harga beras kualitas bawah justru naik. Beras kualitas bawah I meningkat 1,68 persen atau Rp250 menjadi Rp15.150 per kg. Beras kualitas bawah II naik 1,7 persen atau Rp250 menjadi Rp14.950 per kg.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas gula. Gula pasir kualitas premium naik 0,74 persen atau Rp150 menjadi Rp20.500 per kg. Gula pasir lokal naik 0,26 persen atau Rp50 menjadi Rp19.200 per kg.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah naik 2,7 persen atau Rp550 menjadi Rp20.950 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek 2 juga meningkat 1,91 persen atau Rp450 menjadi Rp23.950 per kg.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 turun 0,21 persen atau Rp50 menjadi Rp24.300 per kg.