- Rupiah dibuka menguat ke level Rp17.868 per dolar AS pada Kamis, 8 Oktober 2026.
- Penguatan terjadi akibat hasil pertemuan FOMC yang sesuai harapan dan tidak memberikan kejutan.
- Mayoritas mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS, kecuali rupee India yang melemah.
Suara.com - Pembukaan rupiah terus mendapatkan sentimen positif pada pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka Kamis, 8 Oktober 2026 ke level Rp17.868 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka ini menguat 19 poin atau naik 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.887. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan dikarenakan hasil pertemuan Federal Open Market Commite (FOMC) tidak memberikan kejutan.
"Rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS yg terkoreksi paska risalah pertemuan FOMC yang walau masih hawkish namun tidak ada kejutan dan sesuai harapan. Rupiah diperkirakan di range Rp17.850-Rp17.950," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS.Rinciannya, won Korea Selatan menjadi paling kuat dengan melonjak 0,18 persen. Diikuti, baht Thailand yang naik 0,17 persen, yen Jepang terdongkrak 0,12 persen.
Lalu ada, peso Filipina yang naik 0,07 persen, dolar Singapura juga menguat 0,05 persen dan dolar Taiwan juga ikut naik 0,04 persen. Selain itu, ringgit Malaysia menguat tipis ke 0,03 persen. Sedangkan, rupee India menjadi mata uang Asia satu-satunya yang melemah 0,34 persen.