Menkeu Suahasil: Fiskal-Danantara Itu Saudara Kembar, Komunikasi Harus Lancar

Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:15 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. [Dok. Kemenkeu]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan BPI Danantara dan Kemenkeu adalah saudara kembar untuk mewujudkan visi besar negara di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
  • APBN bertugas menjalankan pelayanan publik serta infrastruktur dasar, sedangkan Danantara berfungsi sebagai katalis investasi untuk meyakinkan para pelaku usaha.
  • Suahasil dan CEO Danantara telah melakukan pertemuan untuk berbagi agenda kerja dan memperkuat kolaborasi lintas lembaga demi menghadapi masa depan tahun 2027.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai kalau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) adalah saudara kembar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selaku otoritas fiskal yang mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

"Fiskal sama Danantara itu saudara kembar. Kerjanya bareng, sinerginya harus terjadi, komunikasinya harus lancar," katanya di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Suahasil juga memuji Danantara kalau Kemenkeu dan lembaga tersebut bisa diibaratkan sebagai anak kembar, saudara dekat, maupun teman kerja. Sebab keduanya mesti berkolaborasi untuk mewujudkan visi Republik Indonesia.

"Makanya tadi saya buka dengan APBN dan Danantara itu, mau dibilang anak kembar boleh, mau dibilang saudara dekat boleh, mau dibilang teman bekerja sejalan boleh. Untuk apa? Untuk mewujudkan visi-visi besar Presiden, untuk mewujudkan visi-visi besar Republik Indonesia," lanjutnya.

Suahasil menilai Danantara dan APBN adalah dua lengan untuk ekonomi Indonesia. Di satu sisi, APBN bekerja untuk pelayanan publik, infrastruktur publik, perlindungan sosial, operasional Pemerintah, hingga pelayanan publik Pemerintah.

Sedangkan Danantara sebagai lengan lainnya diibaratkan bekerja sebagai investasi. Jika APBN investasi untuk infrastruktur dasar, maka Danantara berperan sebagai katalis investasi.

"Investasi dari Danantara adalah investment catalyst. Bekerja untuk memastikan, meyakinkan kelompok pelaku usaha dan perekonomian, ayo bekerja bareng, bersama-sama. Dan karena itu kita harus terus bekerja sama," lanjutnya.

Bendahara Negara melanjutkan kalau perekonomian Indonesia juga tak terlepas dari peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun dalam pertemuan KSSK terakhir, Danantara turut dilibatkan dalam rapat tersebut. Ia menilai kalau kehadiran Danantara justru penting sebagai kolaborasi antar lembaga.

"Karena ini adalah kerja bersama, enggak bisa hanya satu pihak yang menjamin stabilitas. Tidak bisa hanya satu pihak yang menjamin pertumbuhan. Kita kerjakan, kita bangun negeri ini bersama-sama dengan reformasi struktural yang harus tetap dijalankan," timpal dia.

Lebih lanjut Suahasil juga bercerita kalau saat dilantik sebagai Menkeu pengganti Purbaya, ia juga menemui Rosan Roeslani sebagai CEO Danantara. Pertemuan keduanya membahas peran antar lembaga masing-masing.

"Karena juga dalam 10 hari pertama saya bertemu dengan CEO Danantara dengan staff, saya juga ditemani oleh seluruh staff, kita kemudian berbagi cerita. APBN seperti ini loh. Lalu kemudian Danantara juga mengatakan, kami agenda-agendanya seperti ini. Saling pemahaman ini menjadi penting karena kita menghadapi masa depan, tahun 2027," jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com