- IHSG dibuka menguat pada 12 Oktober 2026 sebelum berbalik melemah ke level 6.088 pada perdagangan pagi.
- BRI Danareksa Sekuritas menyatakan penembusan level 6.000 merupakan sinyal pemulihan dengan area support krusial pada 5.996–6.000.
- Pergerakan IHSG selanjutnya dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi AS, nilai tukar rupiah, dan data ekonomi global.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada awal perdagangan, Senin, 12 Oktober 2026. IHSG dibuka menguat ke level 6.109.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.07 WIB, IHSG justru berbalik melemah 0,09 persen ke level 6.088.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 5,02 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp772,64 miliar serta frekuensi sebesar 131.530 kali.
Di waktu itu, terdapat 301 saham menghijau, sedangkan, 268 saham merosot. Sisanya, 394 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- VIVA
- TFCO
- STRK
- DOOH
- AKKU
Top Loser
- KDTN
- TRIN
- PGJO
- ABDA
- AMMS
Proyeksi IHSG
IHSG berpeluang melanjutkan konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini. Investor akan mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury, nilai tukar rupiah, serta sejumlah data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arus dana ke pasar negara berkembang.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas menilai, secara teknikal, keberhasilan IHSG kembali menembus level 6.000 menjadi sinyal pemulihan. Namun, indeks sempat bergerak di bawah level tersebut selama perdagangan intraday sebelum akhirnya berbalik menguat.
Area 5.996–6.000 menjadi level support krusial yang perlu dipertahankan untuk menjaga peluang penguatan lanjutan.
Sementara itu, level 6.100 menjadi resistance terdekat yang akan dicermati pelaku pasar.
Apabila IHSG kembali menembus ke bawah level 6.000, tekanan bearish berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju 5.854.
Sebaliknya, jika indeks mampu bertahan di atas level psikologis tersebut, peluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat masih terbuka.
Dalam risetnya, BRI Danareksa memasukkan saham EMAS, KLBF, dan PACK sebagai pilihan saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini.