Datang ke Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf di Denpasar pada Selasa (13/10/2026) atas kelangkaan BBM Bali. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf di Denpasar pada Selasa (13/10/2026) atas kelangkaan BBM Bali.
  • Kelangkaan dipicu gangguan teknis jangkar kapal pengangkut serta lonjakan konsumsi masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
  • Pertamina mengatasi masalah lewat penambahan pasokan, percepatan distribusi, dan penerapan SPBU operasional 24 jam.

Suara.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri datang langsung ke Bali untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga setempat atas kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari terakhir.

"Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali," kata Simon usai rapat bersama Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa kendala distribusi tersebut dipicu oleh kendala teknis pada salah satu kapal pengangkut saat proses bongkar muat logistik BBM.

Menurutnya, gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar dan bongkar muat yang semula direncanakan pukul 06.30 pagi pada Senin (12/10) menjadi mundur hingga sekitar pukul 10.00 malam.

Selain itu, ia juga mengakui adanya faktor peningkatan konsumsi masyarakat Bali terhadap produk BBM bersubsidi akibat disparitas harga yang cukup jauh di pasaran.

Lonjakan porsi penggunaan BBM bersubsidi tersebut turut mempengaruhi dinamika ketersediaan di tingkat penyaluran bawah.

"Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan,” kata Simon.

Meski demikian, PT Pertamina menegaskan bahwa berbagai kendala teknis maupun faktor peningkatan konsumsi tidak menjadi alasan pembenaran atas kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat Bali.
Sebagai tindak lanjut, perseroan bersama Pertamina Patra Niaga langsung mengeksekusi sejumlah langkah penanganan bersama Pemprov Bali.

Adapun langkah pertama yang dijalankan adalah meningkatkan pasokan pengiriman dari armada kapal yang ada serta melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyandaran kapal tanker.

Selanjutnya, PT Pertamina mempercepat proses distribusi BBM dari seluruh depo pengisian menuju ke masing-masing jaringan SPBU.

Upaya penguraian antrean juga dilakukan dengan mengubah operasional sejumlah SPBU strategis menjadi pelayanan penuh selama 24 jam.

Layanan 24 jam tersebut kini telah diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung, serta akan segera menyusul di Kabupaten Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari ke depan.

Simon menyampaikan seluruh rangkaian langkah cepat ini diarahkan untuk menjamin kecepatan distribusi serta menenangkan masyarakat agar tidak perlu merasa khawatir.

Seluruh SPBU juga telah diinstruksikan agar memasang pengumuman yang menginformasikan ketersediaan stok serta status operasional 24 jam.

Dengan transparansi informasi tersebut, masyarakat Bali diharapkan dapat memantau ketersediaan pasokan secara langsung dan mengatur waktu pengisian bahan bakar dengan lebih tenang.

"Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami, kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tuturnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com