- Al Jazeera menyoroti kelangkaan BBM di Bali sejak Minggu yang mengganggu mobilitas harian dan aktivitas ekonomi warga.
- PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 52 SPBU selama 24 jam penuh di Bali untuk meredam antrean kendaraan.
- Pertamina mengirimkan kapal tanker berisi ribuan kiloliter BBM secara bertahap ke Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Suara.com - Kelangkaan dan antrean panjang kendaraan bermotor untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Bali menyita perhatian media internasional, termasuk jaringan berita Al Jazeera.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 52 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama 24 jam penuh serta menambah pasokan energi secara bertahap ke Pulau Dewata.
Dalam laporannya, Al Jazeera menggarisbawahi bahwa keterlambatan distribusi BBM bersubsidi mengganggu mobilitas harian warga lokal yang mengandalkan sepeda motor sebagai moda transportasi utama untuk bekerja, seperti pedagang, pekerja kantoran, mitra ojek daring, hingga pelaku usaha penyewaan kendaraan wisatawan.
"Pasokan tiba dua hari setelah kelangkaan pertama kali dilaporkan pada hari Minggu, yang mengganggu aktivitas ekonomi warga yang mengandalkan sepeda motor untuk transportasi dan pekerjaan." tulis Aljazeera.
Keterlambatan pasokan yang memakan waktu hingga dua hari sejak pertama kali dilaporkan pada Minggu lalu berdampak langsung pada penurunan produktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Penguatan Operasional dan Distribusi Pasokan Pertamina
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, menyampaikan di Denpasar pada Rabu (14/10/2026) bahwa pemetaan 52 SPBU beroperasional 24 jam dilakukan guna meredam antrean dan menjamin ketersediaan energi.
Jumlah lokasi SPBU 24 jam tersebut akan terus diperbarui secara berkala sesuai dengan dinamika di lapangan.
Selain itu, penambahan personel operasional dilakukan di setiap SPBU secara terukur untuk menjaga kelancaran pelayanan dan mencegah kelelahan petugas.
Dari sisi ketersediaan pasokan, Pertamina telah mengoperasikan armada kapal tanker secara bertahap menuju Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar:
Rabu (7/10/2026) dan Minggu (11/10/2026): Penyusulan pasokan sebesar 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax disalurkan melalui Terminal Manggis.
Senin (12/10/2026), Rabu (14/10/2026), dan Jumat (16/10/2026): Kapal tanker mendistribusikan total 26.200 kiloliter BBM yang dijadwalkan secara bertahap untuk memperkuat stok di Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis.
Data Konsumsi dan Jaringan Infrastruktur Energi
Pertamina mencatat rata-rata konsumsi harian BBM jenis Pertalite di wilayah Bali berada pada angka sekitar 2.200 kiloliter per hari.
Adapun rincian infrastruktur penyaluran energi di Bali berdasarkan data per Maret 2026 mencakup 214 unit SPBU reguler, 4 unit SPBU Nelayan, serta 146 unit Pertashop. Sementara untuk jaringan penyaluran elpiji, wilayah ini didukung oleh 16 Stasiun Pengisian Tabung LPG (SPBE) subsidi dan 4 unit SPBE non-subsidi.