- IHSG ditutup melemah 1,33 persen ke level 5.863 pada hari Kamis, 15 Oktober 2026.
- Pelemahan indeks dipicu oleh sentimen negatif global, khususnya data inflasi AS yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi mendatar pada kisaran level 5.800 hingga 6.000.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok jatuh ke level 5.800 hingga akhir penutupan, Kamis, 15 Oktober 2026. IHSG terkoreksi 79,24 poin atau 1,33 persen ke level 5.863.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG dibuka di level 5.917 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.918. Namun, tekanan jual membuat indeks turun hingga menyentuh level terendah 5.804 sebelum akhirnya ditutup di level 5.863,78.
Pelemahan terjadi di tengah sentimen negatif dari pasar global, terutama setelah data inflasi AS meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed berpotensi menaikkan suku bunga lebih lanjut pada akhir Oktober 2026.
Indeks saham di bursa Asia juga bergerak melemah. Indeks KOSPI memimpin koreksi seiring tekanan jual pada saham semikonduktor, di tengah kekhawatiran meningkatnya persaingan dengan China.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent terkoreksi ke bawah 104 dolar AS per barel setelah muncul laporan bahwa AS mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap kapal-kapal yang disebut sebagai armada bayangan pengangkut minyak dari Rusia, Iran, dan Venezuela. Meski demikian, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak masih tinggi.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak mendatar atau sideways pada kisaran 5.800–6.000.
Level 5.800 menjadi area penting untuk dicermati investor. Jika IHSG ditutup di bawah level tersebut, indeks berpotensi menguji level dukungan berikutnya di 5.700, 5.650, hingga 5.600.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan rupiah, serta sentimen pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 5.863 turun 79,24 poin atau 1,33 persen
- Pembukaan: 5.917
- Level tertinggi: 5.918
- Level terendah: 5.804
- Nilai transaksi: Rp14,12 triliun
- Volume transaksi: 33,01 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.664.307 kali
Top Gainers LQ45
- AMMN: naik 1,39 persen ke Rp4.390.
- KLBF: naik 1,28 persen ke Rp790.
- UNTR: naik 1,00 persen ke Rp25.250.
Top Losers LQ45
- DEWA: turun 7,88 persen ke Rp304.
- HRTA: turun 6,40 persen ke Rp1.900.
- WIFI: turun 5,84 persen ke Rp1.290.
Top Value
- BBCA: turun 0,82 persen ke Rp6.075.
- BUMI: turun 4,85 persen ke Rp157.
- DSSA: turun 6,15 persen ke Rp840.
Top Volume
- GOTO: turun 3,57 persen ke Rp27.
- BUMI: turun 4,85 persen ke Rp157.
- SQMI: naik 11,11 persen ke Rp100.
Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)
- KLBF: naik 1,28 persen ke Rp790.
- UNTR: naik 1,00 persen ke Rp25.250.
- PGAS: naik 0,72 persen ke Rp1.400.
Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)
- DEWA: turun 7,88 persen ke Rp304.
- WIFI: turun 5,84 persen ke Rp1.290.
- TPIA: turun 5,67 persen ke Rp1.415.
Sektor dengan Pelemahan Terbesar
- IDX Cyclicals: turun 3,20 persen.
- IDX Energy: turun 3,00 persen.
- IDX Industrials: turun 2,43 persen.