- Pengusaha Low Tuck Kwong membeli jutaan saham PT Bayan Resources Tbk pada 13 hingga 14 Oktober 2026.
- Transaksi pembelian saham batu bara tersebut bernilai total sekitar Rp1,12 triliun dengan harga Rp11.200 per saham.
- Aksi korporasi ini berhasil meningkatkan total kepemilikan dan hak suara Low Tuck Kwong menjadi 10,25 persen.
Suara.com - Pengusaha Low Tuck Kwong kembali memborong saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Aksi ini membuat Low Tuck Kwong menggenggam 10 persen saham BYAN.
Mengutip keterbukaan informasi, Kamis (15/10/2026), pembelian saham dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada 13 Oktober dan 14 Oktober 2026.
Pada 13 Oktober 2026, Low Tuck Kwong melakukan transaksi 500.000 saham BYAN. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp11.200 per saham, sehingga nilai pembeliannya mencapai Rp5,6 miliar.
Sedangkan, Low Tuck Kwong membeli 100.001.000 saham BYAN pada 14 Oktober 2026. Ttransaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp11.200 per saham.
Dalam aksi ini, pengusaha batu bara itu mengeluarkan dana sekitar Rp1,12 triliun untuk melakukan pembelian saham BYAN.
Aksi pembelian ini menambah kepemilikan Low Tuck Kwong di perusahaan batu bara tersebut dari sebelumnya 3.316.666.832 saham menjadi 3.416.667.832 saham.
Seiring transaksi tersebut, hak suara Low Tuck Kwong di BYAN meningkat dari 9,95 persen menjadi 10,25 persen.
Sebelumnya, Pengusaha kondang Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam merubah perjanjian pembelian saham dari pihak Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama.
Mengutip data Stockbit, setidaknya ada tiga kali transaksi dalam transaksi tersebut, pertama 166.666 lembar saham di harga Rp2.588 senilai Rp43,1 miliar.
Kemudian, kedua sebanyak 50 juta lot saham di harga Rp2.588 senilai Rp12,9 triliun. Lalu ketiga, sebanyak 50,67 juta lot saham di harga Rp2.588 senilai Rp13,1 triliun. Secara total, transaksi pembelian saham tersebut mencapai Rp26,43 triliun.