Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:14 WIB
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • IHSG anjlok 14,91 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, akibat aksi jual masif di bursa domestik.
  • MSCI membuka konsultasi peninjauan status Indonesia menjadi Standalone Market dan memicu kekhawatiran pelepasan portofolio global.
  • Haji Isam merampungkan akuisisi saham BYAN senilai Rp26 triliun yang turut menekan pergerakan harga saham di pasar.

Kepanikan pasar mencapai puncaknya pada perdagangan Jumat (16/10/2026). IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92, yang memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan perdagangan sementara (trading halt) selama 30 menit. Setelah perdagangan dibuka kembali, tekanan jual tak membendung hingga indeks ditutup merosot 11,57 persen dalam sehari.

Dampak dari koreksi masif sepanjang pekan ini terekam dalam statistik perdagangan BEI:

  • Kapitalisasi Pasar: Nilai kapitalisasi pasar menguap Rp1.544 triliun (turun 14,43 persen) dari Rp10.701 triliun menjadi Rp9.157 triliun.
  • Sebaran Saham: Pada puncak koreksi hari Jumat, sebanyak 775 saham mengakhiri perdagangan di zona merah dan hanya 10 saham yang mencatatkan penguatan.
  • Arus Dana Asing: Aksi jual bersih (net sell) investor asing sepanjang tahun berjalan 2026 telah menembus Rp88,19 triliun.
  • Aktivitas Perdagangan: Rata-rata volume harian melemah 5,22 persen menjadi 44,10 miliar saham, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp16,21 triliun. Rata-rata frekuensi harian naik 2,46 persen menjadi 1,72 juta kali transaksi.

Anomali Top Gainers dan Respon Pemerintah

Di tengah kejatuhan massal pasar, terdapat divergensi kinerja pada dua emiten papan tengah-kecil. Saham PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) dan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) mencatatkan lonjakan harga mendekati 100 persen dalam sepekan, sekaligus memimpin daftar penguatan saham di bursa.

Menanggapi gejolak yang terjadi, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, serta pengamat pasar modal Hans Kwee mengimbau para pelaku pasar untuk tidak panik secara berlebihan. Pemerintah menekankan bahwa pengumuman MSCI baru sebatas pembukaan masa konsultasi dan belum menjadi keputusan final yang berlaku serta-merta.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai perkembangan pasar modal, kinerja indeks, dan aksi korporasi emiten. Seluruh data angka, rincian transaksi, dan kutipan disadur secara presisi dari rilis pengumuman resmi BEI, MSCI, serta pernyataan otoritas terkait. Artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan jual-beli saham.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com