- Indeks Harga Saham Gabungan merosot drastis sebesar 4,68 persen ke level 4.942 pada perdagangan Senin pagi, 19 Oktober 2026.
- Penurunan tajam tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International.
- Riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat pasar menghadapi volatilitas tinggi dan potensi arus modal keluar akibat sentimen negatif tersebut.
Apabila tekanan jual berlanjut dan IHSG menembus level tersebut, indeks berpotensi menguji support berikutnya di 4.954, yang merupakan area Fibonacci.
Sementara itu, level 5.200 menjadi area resistance awal yang perlu ditembus untuk meredakan tekanan jual.
Selama IHSG belum mampu kembali ke atas level tersebut, risiko pelemahan lanjutan masih dominan.
Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian terkait MSCI, investor perlu mencermati perkembangan sentimen pasar serta pergerakan IHSG di area support dan resistance tersebut.
Di tengah volatilitas pasar, riset BRI Danareksa Sekuritas, turut memasukkan tiga saham pilihan yang dapat dicermati investor, yakni PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).