- Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan rencana penambahan keterangan afiliasi bagi pemegang saham 1 persen.
- Pengumuman transparansi kepemilikan saham tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung BEI Jakarta Senin 19/10/2026.
- BEI mengeluarkan saham high shareholding concentration dari perhitungan IHSG agar pembentukan harga menjadi lebih wajar dan kredibel.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah keterangan dari pemegang saham 1 persen. Awalnya, dalam reformasi pasar modal BEI hanya mengumbar siapa-siapa saja pemegang saham 1 persen.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan nantinya pemegang saham 1 persen akan diberi tahu ciri-ciri apakah terafiliasi dari perusahaan atau pengendali.
Menurutnya, upaya ini agar lebih terlihat transparan dari sisi kepemilikan pemegang saham.
"Dalam publikasi nama pemegang saham 1 persen, akan kami tambahkan keterangan apakah nama tersebut terafiliasi atau tidak terafiliasi," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
BEI memutuskan untuk mengeluarkan saham-saham yang masuk dalam kategori konterasi kepemilikan owner yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Jeffrey menjelaskan upaya ini dilakukan agar pembentukan harga IHSG lebih wajar dan kredibel.
"Yang kedua, untuk memberikan indeks harga yang lebih kredibel dan berintegritas, kami akan mengeluarkan seluruh saham high shareholding concentration dari indeks harga saham gabungan," katanya.
Menurut Jeffrey, memang saat ini saham-saham HSC sudah dikeluarkan dari indeks-indeks jempolan BEI, seperti Indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar.
"Seperti sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwa saham-saham dalam high shareholding concentration itu sudah dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks flagship seperti IDX30, LQ45, dan IDX80," ucapnya.
- Baca Juga
- Saham Big Bank BUMN Mulai Melawan MSCI
Jeffrey menegaskan, meski tidak masuk dalam perhitungan IHSG, saham-saham HSC tetap bisa diperdagangankan. Hanya saja, naik-turunnya tidak mempengaruhi kinerja IHSG.
"Ke depannya seluruh saham dalam high shareholding concentration itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG," imbuhnya.