OJK Akui Pakai Jasa Influencer Sebar Informasi Soal Strategi Hadapi MSCI

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:43 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. [Suara.com/Rina Anggraeni].
BACA 10 DETIK
  • OJK memanggil influencer saham dan berbagai pelaku pasar pada hari Minggu untuk mempercepat penyebaran informasi strategis.
  • Pertemuan tersebut berbentuk dialog dua arah yang juga melibatkan media, anggota bursa, manajer investasi, serta emiten tanpa ada paksaan narasi positif.
  • Langkah ini diambil untuk meredam ancaman pengumuman MSCI agar informasi penting terkait pasar modal dapat segera menjangkau masyarakat investor.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah memanggil influencer saham, setelah pengumuman MSCI soal klasifikasi pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan dalam pertemuan itu, pihaknya meminta influencer saham untuk percepar informasi soal strategi otoritas meredam ancaman MSCI itu.

“Dalam kondisi yang mendesak kemarin, kami tentu merasakan membutuhkan dukungan berupa penyampaian informasi segera dan seluas-luasnya kepada publik, terutama masyarakat investor,” ujar Hasan di JIEXPO Kemayoran, Kamis (22/10/2026).

Hasan menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum dialog, bukan pengarahan satu arah. Adapun, pernyataan ini membantah kkemungkinan OJK meminta influencer menyampaikan narasi positif untuk meredam dampak pengumuman MSCI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Logo Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Apa yang disuarakan kita serahkan kepada masing-masing. Yang kita lakukan di hari Minggu itu dialog, jadi bukan satu arah," katanya.

Hasan menambahkan, dalam dialog tersebut, OJK juga menerima pertanyaan, asumsi, hingga kritik dari para peserta. Sejumlah hal yang dinilai perlu diluruskan kemudian dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Praktis yang kami lakukan itu tidak ada kami jamin. Tidak ada satu pun pernyataan untuk kita meminta, misalnya mereka tanpa dasar memberikan informasi yang tidak sesuai,” bebernya.

Menurut Hasan, OJK memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk memastikan informasi dapat menjangkau investor dengan cepat. Selain media massa dan influencer, OJK juga berdialog dengan perantara pedagang efek atau anggota bursa, manajer investasi, serta emiten.

Pelibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kepada investor melalui saluran komunikasi yang telah mereka miliki.

Emiten, misalnya, dapat meneruskan penjelasan kepada pemegang saham melalui fungsi sekretaris perusahaan (corporate secretary) dan hubungan investor (investor relations).

"Karenanya, tanpa menunda waktu di hari Minggu itu, tidak hanya influencer yang kami undang. Ada perantara-perantara, anggota bursa supaya sampai ke investornya, manajer investasi supaya sampai ke investornya, media, kemudian juga para emiten," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com