- Pembiayaan ModalGadai mencapai Rp8,44 miliar dalam enam bulan operasional.
- Pembiayaan pegadaian nasional tumbuh 44,60% menjadi Rp156,61 triliun.
- ModalGadai menggabungkan gadai syariah, konvensional, dan pendanaan anggota.
Suara.com - Industri pegadaian yang kian berkembang membuka peluang bagi pemain baru berbasis digital. Koperasi Multi Pihak (KMP) ModalGadai mencatat pembiayaan kumulatif Rp8,44 miliar dari 120 fasilitas gadai selama April-September 2026, dengan menawarkan pilihan transaksi syariah dan konvensional dalam satu layanan.
Peluang tersebut muncul di tengah pertumbuhan pembiayaan industri pegadaian nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan industri pegadaian mencapai Rp156,61 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 44,60 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari total pembiayaan ModalGadai, fasilitas syariah menyumbang Rp4,38 miliar melalui 61 transaksi, sedangkan fasilitas konvensional mencapai Rp4,06 miliar dari 59 transaksi. Komposisi ini menunjukkan nilai pembiayaan kedua skema relatif berimbang dalam portofolio awal koperasi tersebut.
Pendiri sekaligus Ketua KMP ModalGadai, Muhammad Reza Alkhawarismi, mengatakan penyediaan dua pilihan akad ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan dan preferensi anggota yang beragam.
ModalGadai menyediakan empat produk utama, yakni gadai properti, kendaraan, emas, dan gadget. Hingga September 2026, gadai properti mendominasi pembiayaan dengan nilai Rp5,72 miliar, disusul kendaraan Rp2,27 miliar, emas Rp340,03 juta, dan gadget Rp105,09 juta.
Untuk memperluas jangkauan layanan, ModalGadai telah mengoperasikan kantor pusat di Kota Wisata, Kabupaten Bogor, serta cabang di Grand Wisata, Kabupaten Bekasi, dan CitraGrand, Kota Semarang. Pengajuan awal dapat dilakukan melalui website, sedangkan pemeriksaan agunan tetap melibatkan petugas sesuai jenis aset.
Di sisi pendanaan, koperasi ini juga membuka partisipasi anggota melalui fasilitas pendanaan dan program Simpanan Modal Anggota Investasi (SMAI). Program SMAI menyediakan 15 slot dengan nilai masing-masing Rp100 juta atau total Rp1,5 miliar, dengan imbal hasil tetap 8 persen per tahun dan tenor 12 bulan sesuai ketentuannya.
ModalGadai tercatat memiliki 213 anggota dan membukukan perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp324,78 juta. Ke depan, koperasi tersebut berencana meluncurkan aplikasi seluler untuk memperluas akses layanan.