Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:41 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di acara Pelantikan Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Keuangan, Jumat (23/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara resmi melantik lima pejabat pimpinan tinggi madya baru di lingkungan Kementerian Keuangan pada Jumat (23/10/2026).
  • Para pejabat yang dilantik menempati posisi strategis yang meliputi Sekretaris Jenderal, dua posisi Direktur Jenderal, dan dua posisi Staf Ahli.
  • Menkeu memberikan mandat khusus kepada masing-masing pejabat untuk menjaga estafet kepemimpinan dan memastikan seluruh prioritas kerja institusi berjalan secara optimal.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara kembali merombak sejumlah pejabat baru di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pelantikan pejabat Kemenkeu ini terdiri dari lima orang mulai dari Eselon I hingga Staf Ahli.

"Saya baru saja melantik lima pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Keuangan," kata Menkeu Suahasil di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Adapun sejumlah pejabat yang dilantik Menkeu Suahasil yakni:

  1. Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu
  2. Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pembendaharan 
  3. Nufransa Wira Sakti selaku Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan
  4. Neilmaldrin Noor selaku Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak
  5. Hidayat Amir selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.

Suahasil menjelaskan kalau pelantikan ini menjadi momentum estafet kepemimpinan untu menjaga dan meneruskan legasi pengabdian Kemenkeu.

"Saya ingin menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang tadi telah melafalkan sumpah jabatan," lanjutnya.

Suahasil lalu menyampaikan pesan khusus untuk Prima yang baru dilantik sebagai Sekjen Kemenkeu. Ia memintanya untuk bisa menjadi penggerak organisasi keseluruhan Kemenkeu.

"Seluruh fungsi dukungan manajemen mulai dari sumber daya manusia, anggaran, organisasi, hukum, komunikasi, hingga pengeluaran aset internal harus diarahkan untuk memastikan prioritas kerja Kemenkeu terlaksana dengan baik," papar dia.

Kemudian untuk Tri Budhianto selaku Dirjen Pembendaharan baru, ia meminta untuk melakukan transformasi menuju modern treasury operation alias pengelolaan anggaran yang lebih modern.

"Modern treasury operations itu termasuk di dalamnya adalah bagaimana kas negara berinteraksi dengan seluruh Kementerian dan Lembaga sebagai pengguna dari anggaran, dan berinteraksi dengan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) yang kita memberikan transfer anggaran dari APBN, dan berinteraksi dengan seluruh masyarakat yang menerima pembayaran government to persons payment," paparnya.

Sementara untuk Frans sebagai Dirjen Perimbangan Keuangan, Suahasil memintanya untuk mempertegas kehadiran negara di masyarakat lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN).

"Manfaat belanja Pemerintah harus dilihat secara utuh, baik melalui transfer maupun belanja APBN maupun belanja langsung dari Pemerintah Pusat yang berlangsung di daerah-daerah di seluruh Indonesia," paparnya.

Terakhir kepada dua staf ahli Neilmaldrin Noor dan Hidayat Amir, Menkeu meminta mereka harus memiliki pandangan menyeluruh, menghubungkan perspektif lintas unit, memahami keterkaitan antar kebijakan, dan menghadirkan rekomendasi strategis bagi Menteri Keuangan.

"Saya sebagai Menteri Keuangan bersama ketiga Wakil Menteri Keuangan yang seluruhnya hadir pada pagi hari ini akan mendukung saudara semua dalam menjalankan tugas," jelas Suahasil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com