- IHSG naik 1,09% ke 5.446,74 pada sesi I perdagangan Jumat.
- Asing masih net sell Rp744,43 miliar, terutama pada saham perbankan besar.
- DSSA dan CUAN berstatus HSC tetap diburu asing, dengan net buy Rp45,88 miliar dan Rp15,77 miliar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi I Jumat (23/10/2026). Namun, kenaikan indeks belum mampu membalikkan arus dana asing yang masih mencatatkan penjualan bersih, terutama akibat tekanan jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
IHSG ditutup sementara di level 5.446,74, naik 58,84 poin atau 1,09%. Aktivitas perdagangan mencapai 208,68 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp7,29 triliun.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan pembelian saham senilai Rp2,62 triliun dan penjualan Rp3,36 triliun. Dengan demikian, terjadi net foreign sell sebesar Rp744,43 miliar di seluruh pasar.
Menariknya, di tengah derasnya aksi jual asing, sejumlah saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) justru masih mencatatkan pembelian bersih oleh investor asing. Dua di antaranya adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
DSSA memimpin daftar saham dengan net buy asing terbesar pada sesi I, mencapai Rp45,88 miliar dengan volume 62,14 juta saham. Sementara itu, CUAN mencatatkan pembelian bersih asing sebesar Rp15,77 miliar.
Keduanya masuk dalam kategori HSC, yakni saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi pada pemegang saham tertentu. Kondisi tersebut membuat pergerakan saham dan likuiditasnya perlu dicermati, terutama ketika kepemilikan saham yang beredar di publik relatif terbatas.
Selain DSSA dan CUAN, investor asing juga memburu saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan net buy Rp40,98 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp27,80 miliar, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp27,57 miliar.
Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatatkan pembelian bersih asing Rp22,51 miliar, sedangkan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membukukan net buy Rp18,86 miliar.
Berikutnya, asing tercatat membeli bersih saham PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp8,86 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp5,58 miliar, dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) Rp5,06 miliar.
Sebaliknya, tekanan jual asing masih terkonsentrasi pada saham-saham perbankan besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar, mencapai Rp251,95 miliar dengan volume 49,05 juta saham.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul dengan penjualan bersih Rp243,26 miliar, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net sell Rp132,84 miliar.
Aksi jual juga terjadi pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp57,08 miliar dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp45,63 miliar.
Di luar sektor perbankan, investor asing melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp48,78 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp38,56 miliar. Penjualan bersih juga tercatat pada PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp34,43 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp30,58 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp28,05 miliar.