- PT Bank Syariah Indonesia Tbk membantu 21.153 pelajar melalui BSI Scholarship bersama 190 perguruan tinggi di Indonesia.
- Sebanyak 1.182 alumni telah lulus, di mana 548 keluarga alumni berhasil keluar dari garis kemiskinan.
- Arief Adhi Sanjaya menyampaikan hal tersebut dalam acara BSI Expo 2026 di Senayan JCC pada Minggu.
Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program BSI Scholarship. Hingga saat ini, program tersebut telah membantu 21.153 pelajar dan mahasiswa melalui kolaborasi dengan 190 mitra perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.182 alumni telah menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana. Sebanyak 709 alumni di antaranya telah memasuki dunia kerja dan usaha, sementara 80 alumni lainnya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Direktur Compliance and Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya mengatakan, pengembangan generasi emas Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembentukan karakter, integritas, nilai spiritual, serta kepedulian sosial juga menjadi aspek penting dalam mempersiapkan generasi muda.
"Generasi emas tidak hanya dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui karakter, integritas, nilai spiritual, serta kepedulian terhadap sesama," ujar Arief saat acara BSI Expo 2026 di Senayan JCC, Minggu (25/10/2026).
Program BSI Scholarship telah menjangkau 8.304 pelajar dan 12.849 mahasiswa. Program ini menjadi bagian dari upaya BSI memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas hidup.
Arief menegaskan, BSI tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan syariah, tetapi juga berperan sebagai mitra pembangunan bangsa melalui berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas SDM.
"Bagi BSI, beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi untuk membangun kualitas sumber daya manusia, membuka kesempatan yang lebih luas, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa," katanya.
Dampak program BSI Scholarship juga terlihat dari aspek sosial ekonomi penerima manfaat. Sebanyak 548 alumni dilaporkan telah keluar dari garis kemiskinan bersama keluarga mereka. Selain itu, sebanyak 70 alumni telah menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.
Arief menilai, keberhasilan program beasiswa tidak semata-mata diukur dari kelulusan pendidikan atau pekerjaan yang diperoleh penerima manfaat. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari perubahan kondisi kehidupan dan tumbuhnya kemandirian.
"Inilah makna zakat yang kita harapkan bersama, yaitu zakat yang tidak berhenti pada bantuan, tetapi menjadi jalan pemberdayaan. Zakat yang membuka akses pendidikan, memutus rantai kemiskinan, dan melahirkan generasi yang mandiri serta berdaya," kata Arief.
Untuk memperluas dampak program, BSI turut mendorong penguatan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan dukungan finansial kepada mahasiswa, tetapi juga membuka peluang pengembangan kompetensi, memperluas wawasan, dan memperkuat karakter penerima beasiswa.
BSI juga menyambut baik penguatan kerja sama dengan Muhammadiyah dalam penyediaan dan pemanfaatan layanan perbankan syariah, serta pengembangan literasi keuangan syariah melalui bidang pendidikan dan sumber daya manusia.
"Melalui sinergi ini, kami berharap dapat memperkuat ekosistem perbankan syariah di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," pungkas Arief.