IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.200, Ini Penyebabnya

Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:54 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menurun hari ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 1,99 persen ke level 5.266 pada perdagangan tanggal 27 Oktober 2026.
  • Pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen negatif seperti harga minyak tinggi, depresiasi rupiah, dan potensi kenaikan suku bunga.
  • Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan untuk menguji area support jika ditutup di bawah level 5.180.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk pada perdagangan, Selasa, 27 Oktober 2026. IHSG terkoreksi 1,99 persen ke level 5.266.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat bergerak menguat hingga menyentuh level 5.415. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Indeks berbalik melemah dan bahkan sempat menyentuh level terendah harian di posisi 5.182 sebelum akhirnya ditutup di level 5.266,13.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, tingginya ketidakpastian pasar membuat investor cenderung menerapkan strategi perdagangan jangka pendek.

Sejumlah sentimen negatif turut membebani pergerakan IHSG, mulai dari harga minyak yang masih bertahan di level tinggi, potensi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang, hingga depresiasi rupiah yang berlanjut.

IHSG merosot kembali hari ini. [Antara]

Selain itu, kenaikan Credit Default Swap (CDS) lima tahun Indonesia dan meningkatnya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Indonesia juga menjadi faktor yang menekan pergerakan pasar saham domestik.

Investor juga mencermati potensi penyesuaian komposisi indeks (rebalancing) MSCI pada November mendatang. Antisipasi terhadap kebijakan tersebut turut mendorong tekanan jual di pasar saham.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) kembali menunjukkan pelebaran histogram negatif. Sementara itu, indikator Stochastic Relative Strength Index (RSI) berpotensi membentuk pola death cross di area pivot.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan terhadap IHSG masih perlu diwaspadai.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level support di posisi 5.180. Apabila indeks ditutup di bawah level tersebut, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan untuk menguji area 5.100 hingga 5.000.

Data Perdagangan IHSG

  • IHSG: 5.266,130, turun 106,96 poin atau 1,99 persen.
  • Pembukaan: 5.358
  • Level tertinggi: 5.418
  • Level terendah: 5.182
  • Nilai transaksi: Rp17,35 triliun
  • Volume transaksi: 34,09 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 1.850.644 kali

Top Value

  • BBCA: Rp4.900, turun Rp40 (0,81 persen).
  • BBRI: Rp2.900, turun Rp10 (0,34 persen).
  • BMRI: Rp3.870, turun Rp40 (1,02 persen).

Top Volume

  • GOTO: Rp24, turun Rp1 (4,00 persen).
  • BUMI: Rp128, turun Rp9 (6,57 persen).
  • ANDI: Rp35, stagnan (0,00 persen).

Top Gainers LQ45

  • UNTR: Rp26.500, naik Rp1.500 (6,00 persen).
  • ESSA: Rp535, naik Rp20 (3,88 persen).
  • CPIN: Rp2.780, naik Rp70 (2,58 persen).

Top Losers LQ45

  • DEWA: Rp242, turun Rp18 (6,92 persen).
  • MBMA: Rp330, turun Rp24 (6,78 persen).
  • WIFI: Rp970, turun Rp70 (6,73 persen).

Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com