IHSG Mulai Menguat Pagi Ini Menuju Level 5.400, Cek Saham TLKM

Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:19 WIB
IHSG mulai menguat lagi pagi ini. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
BACA 10 DETIK
  • Indeks Harga Saham Gabungan berbalik menguat ke level 5.375 pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026.
  • BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan laporan keuangan dan kebijakan Bursa Efek Indonesia menjadi katalis utama pasar pekan ini.
  • Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam tren negatif meskipun berpeluang mengalami rebound teknikal.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menguat pada awal perdagangan, Selasa, 27 Oktober 2026. IHSG sempat dibuka melemah 0,28 persen ke level 5.347.

Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.06 WIB, IHSG justru berbalik menguat tipis 0,05 persen ke level 5.375.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,79 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp607,29 miliar serta frekuensi sebesar 108.120 kali.

Di waktu itu, terdapat 352 saham menghijau, sedangkan, 173 saham merosot. Sisanya, 438 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • TGUK
  • OKAS
  • MMIX
  • MKNT
  • PTSP

Top Loser

  • BTEK
  • MORA
  • ALKA
  • RLCO
  • OILS

Proyeksi IHSG

IHSG berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini, setelah terkoreksi pada perdagangan sebelumnya akibat aksi ambil untung atau profit taking.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas,  terdapat tiga katalis utama yang akan dicermati investor sepanjang pekan ini. Pertama, rilis laporan keuangan kuartal III 2026 yang berpotensi memicu pergerakan sektoral serta mendorong seleksi saham berdasarkan kinerja fundamental perusahaan.

Kedua, kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan transparansi indeks di tengah konsultasi MSCI terkait status pasar Indonesia.

Ketiga, keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan kalender ekonomi yang dipantau dalam riset tersebut, konsensus memperkirakan suku bunga akan ditahan pada kisaran 3,75–4,00 persen.

Dari sisi teknikal, IHSG belum mampu menembus level resistance terdekat di 5.455. Indeks diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang rebound teknikal selama mampu bertahan di atas area support 5.326–5.246.

Meski demikian, tren IHSG masih bearish karena posisinya berada di bawah Moving Average 20 hari (MA20) di level 5.774 dan MA200 di level 6.933. Indikator MACD juga masih negatif, dengan garis MACD berada di bawah garis sinyal.

Jika mampu mempertahankan area support, IHSG berpeluang mengalami rebound untuk kembali menguji resistance di kisaran 5.455–5.545. 

Dalam risetnya, BRI Danareksa Sekuritas memasukkan saham BBNI, TLKM, dan AADI sebagai pilihan saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini.

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com