- Indeks Harga Saham Gabungan berbalik melemah ke level 5.266 pada awal perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.
- MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang lanjut menguat jika bertahan di atas batas penahan support 4.907.
- Binaartha Sekuritas memperkirakan peluang rebound jangka pendek setelah indeks ditutup di atas level Fibonacci retracement tertentu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada awal perdagangan, Kamis 29 Oktober 2026. IHSG sempat dibuka menguat 0,63 persen ke level 5.316.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG justru turun 0,30 persen ke level 5.266.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,17 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp889,10 miliar serta frekuensi sebesar 100.980 kali.
Di waktu itu, terdapat 282 saham menghijau, sedangkan, 229 saham merosot. Sisanya, 452 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- TMAS
- ENAK
- YPAS
- KOKA
- MKNT
Top Loser
- SMLE
- RLCO
- MORA
- ALKA
- AREA
Proyeksi IHSG
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas batas penahan support 4.907.
Koreksi minor berpotensi menguji kisaran 5.116–5.180 sebelum bergerak menuju area resistance 5.456–5.564.
Proyeksi rentang harian berada pada support 5.185 dan 4.915, serta resistance 5.460 dan 5.563.
Sementara, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova memproyeksikan peluang rebound jangka pendek setelah indeks ditutup di atas level Fibonacci retracement 50 persen dengan bentukan pola candle hammer.
Target pengujian koreksi ideal berada di level 5.116, kecuali jika indeks menguat signifikan menembus 5.418. Rentang support harian ditetapkan pada 5.116, 4.972, dan 4.767, sedangkan resistance pada 5.418, 5.561, 5.716, serta 5.936.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.