Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB
Green SM mulai masuk bisnis ojek motor listrik. [ist].
BACA 10 DETIK
  • Green SM meluncurkan layanan motor listrik VinFast di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026, untuk mendukung transisi hijau.
  • CEO Pham Nhat Minh Hoang menyatakan layanan ini menawarkan tarif transparan serta pengemudi terlatih guna memenuhi kebutuhan mobilitas harian.
  • Studi Universitas Gadjah Mada menunjukkan penggunaan motor listrik berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 35 hingga 40 persen.

Suara.com - Perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik, Green SM, memperluas ekosistem ldengan menghadirkan Green SM Bike. Setelah mengoperasikan layanan mobil listrik, perusahaan kini merambah segmen transportasi roda dua melalui sepeda motor listrik.

Global Chief Executive Officer Green SM, Pham Nhat Minh Hoang, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung transisi hijau di Indonesia melalui pengembangan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik.

"Dengan menghadirkan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik yang berkualitas dan semakin dekat dengan masyarakat, kami berharap dapat mempermudah lebih banyak orang untuk memilih mobilitas yang lebih ramah lingkungan," ujarnya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Melalui kampanye Sat Set Lebih Hijau, Green SM menawarkan alternatif perjalanan yang menggabungkan kemudahan mobilitas dengan penggunaan kendaraan listrik. Layanan ini menyasar kebutuhan perjalanan harian masyarakat, termasuk untuk jarak pendek di tengah kepadatan lalu lintas ibu kota.

Taksi Green SM mulai beroperasi di Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim, Jakarta Timur pada Desember 2025. [Dok Green SM]

Green SM mengoperasikan sepeda motor listrik produksi VinFast. Kendaraan tersebut diklaim menawarkan pengalaman berkendara dengan tingkat kebisingan lebih rendah serta tanpa emisi gas buang langsung dari knalpot.

Selain kendaraan listrik, perusahaan juga menonjolkan aspek layanan melalui tarif yang ditampilkan secara transparan di aplikasi. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui biaya perjalanan sebelum melakukan pemesanan.

Green SM juga menyebut pengemudi yang menjalankan layanan telah mendapatkan pelatihan profesional. Aspek kualitas layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pengalaman mobilitas yang konsisten bagi pelanggan.

Ekspansi ke layanan roda dua ini memperluas pilihan transportasi yang ditawarkan Green SM. Kehadiran mobil dan sepeda motor listrik dalam satu ekosistem memungkinkan perusahaan menjangkau kebutuhan perjalanan masyarakat dengan karakteristik berbeda.

Studi Universitas Gadjah Mada yang mengkaji dampak lingkungan layanan ojek daring di Yogyakarta membandingkan sepeda motor listrik dan sepeda motor berbahan bakar bensin melalui analisis daur hidup kendaraan.

Hasil studi tersebut menunjukkan penggunaan sepeda motor listrik berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 35–40 persen. Perhitungan itu mencakup dampak dari penyediaan energi hingga pengoperasian kendaraan.

Meski demikian, besarnya manfaat lingkungan dari kendaraan listrik tetap bergantung pada sumber energi dan kondisi operasional kendaraan.

Melalui perluasan ekosistem layanan dari mobil ke sepeda motor listrik, Green SM berupaya mendekatkan pilihan mobilitas listrik dengan kebutuhan perjalanan masyarakat. Perusahaan juga mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu alternatif dalam mendukung upaya pengurangan emisi di kawasan perkotaan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com