Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik saat ditemui di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto Fadil-Suara.com
BACA 10 DETIK
  • BEI optimistis peluang Indonesia bertahan di Emerging Market MSCI di atas 50%.
  • Reformasi transparansi saham dan pengawasan pasar jadi modal memulihkan kepercayaan asing.
  • Konsistensi reformasi menjadi penentu agar Indonesia tak kehilangan status Emerging Market.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai optimistis Indonesia bisa mempertahankan status pasar negara berkembang atau Emerging Market dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Bahkan, peluangnya dinilai bisa lebih besar dari perkiraan investor senior asal Amerika Serikat, Chapman Taylor, yang sebelumnya memperkirakan probabilitasnya di atas 50%.

Optimisme tersebut muncul di tengah upaya besar pemerintah dan regulator membenahi pasar modal domestik setelah menghadapi sorotan investor global terkait transparansi kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, hingga praktik manipulasi pasar.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan berbagai reformasi yang tengah dijalankan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor internasional. Menurutnya, langkah pembenahan tersebut semestinya mendapat apresiasi apabila dinilai secara objektif oleh pelaku pasar global.

Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]

"Kita berharap secara objektif maupun secara subjektif apa yang kita lakukan akan diapresiasi oleh investor, sehingga apa yang disampaikan oleh Chapman Taylor bahwa peluang Indonesia tetap di emerging market itu ada di atas 50%," kata Jeffrey dalam media gathering 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (31/10/2026).

Jeffrey bahkan berharap dukungan media dapat ikut memperkuat persepsi positif investor terhadap reformasi pasar modal yang sedang berlangsung.

"Dengan dukungan Bapak dan Ibu (wartawan) mudah-mudahan persentase itu bisa lebih tinggi, tidak hanya di atas 50% tetapi di atas angka yang lebih besar lagi," tuturnya.

Sebelumnya, Chapman Taylor memperkirakan peluang Indonesia mempertahankan status Emerging Market MSCI berada di atas 50%. Angka tersebut menunjukkan peningkatan optimisme dibandingkan penilaiannya pada Juli 2026.

Chapman melihat peluang Indonesia masih terbuka karena koordinasi pemerintah dan regulator semakin solid. Komunikasi dengan MSCI juga kembali aktif, disertai keseriusan regulator dalam menindak praktik manipulasi pasar.

Sejumlah langkah reformasi turut menjadi perhatian, mulai dari pembentukan komite High Shareholding Concentration (HSC), penguatan sistem pengawasan Nasdaq, hingga peningkatan pengawasan aktivitas perdagangan saham. Reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dinilai sudah berada di jalur yang tepat.

Chapman menilai persoalan pasar modal Indonesia bukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki. Ia mencontohkan Malaysia yang mampu memulihkan kepercayaan investor asing melalui serangkaian reformasi pasar.

Meski demikian, peluang bertahan di Emerging Market bukan hanya ditentukan oleh banyaknya kebijakan baru yang diterbitkan regulator. Konsistensi pelaksanaan, keterbukaan informasi, penegakan hukum, serta kemampuan menciptakan perdagangan yang adil akan menjadi faktor penting untuk meyakinkan investor global.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com