/
Selasa, 02 Agustus 2022 | 09:38 WIB
ilustrasi sepakbola di Bogota - Pixabay

Dari banyak kota di dunia yang memiliki klub besar sepak bola, sejumlah kota dianggap 'menjalani' kehidupan sehari-hari mereka dengan sepakbola atau kasarnya 'nafas' dari kota-kota tersebut ialah sepak bola, salah satunya di Bogota, Kolombia. 

Bogota secara sekilas terlihat seperti daratan yang terkurung padang rumput yang luas dan dipagari pegunungan. Meski seperti jauh dari 'peradaban' kota ini dikenal sebagai salah tempat yang masyarakatnya begitu meresapi sepak bola. 

Dikutip dari thesefootballtimes.co secara historis, sepak bola muncul di kota ini dibawa oleh para pelaut Inggris dan buruh kereta api Inggris yang datang ke kota ini melalui pelabuhan Barranquilla. 

Versi lain menyebut bahwa sepak bola mulai berkembang di Bogota saat dibawa oleh para pekerja pabrik buah dari Inggris, kisah ini diungkap oleh sebagian besar penduduk dari desa Santa Marta. 

Setelah melewati fase adaptasi, sepak bola kemudian membawa Bogota menjadi 'kiblat' untuk kota-kota lain di Kolombia untuk mengembangkan sepakbola. 

Bogota memiliki peran penting dan menjadikan sejumlah masyarakat Kolombia sebagai pemain sepak bola yang profesional. 

Berkat Bogota juga, sejumlah distrik di Kolombia yang dikenal sebagai basis obat bius mulai menggelar pertandingan sepak bola. Bogota memang unik, jika Liverpool dikenal dengan kota Rock and Goal, Bogota bisa dibilang kota Drugs and Goal. 

Steorotip masyarakat dunia memang negatif jika kita bicara Bogota ataupun Kolombia, padahal dari tempat inilah publik mengenal nama-nama seperti Carlos Valderrama, Faustino Asprilla, Rene Higuita di era 90-an atau James Rodríguez, Juan Cuadrado, Jackson Martínez, Radamel Falcao, Carlos Bacca saat ini.  

Bogota sendiri mulai menyita perhatian publik sepakbola dunia saat Alfredo di Stefano membela klub Millonarios F.C, klub yang dulu dikenal sebagai klub mafia obat bius. Bagi masyarakat Bogota, sepakbola ibarat hal utama selain bekerja dan ke gereja. 

Baca Juga: Usai Kalahkan Thailand, Indonesia Babat Myanmar 5-1 di Sepak Bola CP ASEAN Para Games 2022

Bahkan di sana terdapat sebuah 'katerdal' sepakbola bernama Stadion Nemesio Camacho El Campin, sebuah rumah suci bagi dua klub Bogota, Independiente Santa Fe dan Millonarios F.C. 

Sedikit ke selatan dari stadion itu, para turis akan menyusuri lorong-lorong sempit di sekitaran La Candelaria, daerah hitam yang menjadi pusat kriminalitas di Bogota namun di sana Anda tetap akan menemui pub dan bar yang pengunjungnya berbicara keseruan sepakbola. 

Jika Bogota, masih dianggap kurang sepakbolanya, silahkan Anda melihat kisah kelam yang dialami seorang Andres Escobar di Piala Dunia 1994.

Load More