Dari banyak kota di dunia yang memiliki klub besar sepak bola, sejumlah kota dianggap 'menjalani' kehidupan sehari-hari mereka dengan sepakbola atau kasarnya 'nafas' dari kota-kota tersebut ialah sepak bola, salah satunya di Bogota, Kolombia.
Bogota secara sekilas terlihat seperti daratan yang terkurung padang rumput yang luas dan dipagari pegunungan. Meski seperti jauh dari 'peradaban' kota ini dikenal sebagai salah tempat yang masyarakatnya begitu meresapi sepak bola.
Dikutip dari thesefootballtimes.co secara historis, sepak bola muncul di kota ini dibawa oleh para pelaut Inggris dan buruh kereta api Inggris yang datang ke kota ini melalui pelabuhan Barranquilla.
Versi lain menyebut bahwa sepak bola mulai berkembang di Bogota saat dibawa oleh para pekerja pabrik buah dari Inggris, kisah ini diungkap oleh sebagian besar penduduk dari desa Santa Marta.
Setelah melewati fase adaptasi, sepak bola kemudian membawa Bogota menjadi 'kiblat' untuk kota-kota lain di Kolombia untuk mengembangkan sepakbola.
Bogota memiliki peran penting dan menjadikan sejumlah masyarakat Kolombia sebagai pemain sepak bola yang profesional.
Berkat Bogota juga, sejumlah distrik di Kolombia yang dikenal sebagai basis obat bius mulai menggelar pertandingan sepak bola. Bogota memang unik, jika Liverpool dikenal dengan kota Rock and Goal, Bogota bisa dibilang kota Drugs and Goal.
Steorotip masyarakat dunia memang negatif jika kita bicara Bogota ataupun Kolombia, padahal dari tempat inilah publik mengenal nama-nama seperti Carlos Valderrama, Faustino Asprilla, Rene Higuita di era 90-an atau James Rodríguez, Juan Cuadrado, Jackson Martínez, Radamel Falcao, Carlos Bacca saat ini.
Bogota sendiri mulai menyita perhatian publik sepakbola dunia saat Alfredo di Stefano membela klub Millonarios F.C, klub yang dulu dikenal sebagai klub mafia obat bius. Bagi masyarakat Bogota, sepakbola ibarat hal utama selain bekerja dan ke gereja.
Baca Juga: Usai Kalahkan Thailand, Indonesia Babat Myanmar 5-1 di Sepak Bola CP ASEAN Para Games 2022
Bahkan di sana terdapat sebuah 'katerdal' sepakbola bernama Stadion Nemesio Camacho El Campin, sebuah rumah suci bagi dua klub Bogota, Independiente Santa Fe dan Millonarios F.C.
Sedikit ke selatan dari stadion itu, para turis akan menyusuri lorong-lorong sempit di sekitaran La Candelaria, daerah hitam yang menjadi pusat kriminalitas di Bogota namun di sana Anda tetap akan menemui pub dan bar yang pengunjungnya berbicara keseruan sepakbola.
Jika Bogota, masih dianggap kurang sepakbolanya, silahkan Anda melihat kisah kelam yang dialami seorang Andres Escobar di Piala Dunia 1994.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Prediksi Starting XI Argentina di Piala Dunia 2026: Garang di Depan, Rapuh di Lini Belakang
-
Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita
-
Harga MacBook Neo Resmi di Indonesia, Pre-Order Dibuka Hari Ini
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam
-
Kylian Mbappe Sebut Dirinya Kini Striker Keempat Real Madrid, Alvaro Arbeloa Beri Bantahan
-
Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan
-
Konflik Real Madrid: Kylian Mbappe Tuduh Arbeloa Anggap Dirinya Penyerang Pilihan Keempat
-
Bikin Elus Dada, Ini Kenapa Min Jeong Woo Berubah Toxic di Perfect Crown
-
Penjelasan RSUD dr Soetomo Mengenai Pasien Meninggal saat Kebakaran di Gedung PPJT
-
Perempuan dan Gerakan Zero Waste: dari Dapur Rumah ke Perubahan Lingkungan