- Salinan ijazah Jokowi dari KPU RI identik dengan sampel yang diteliti Roy Suryo Cs, menurut ahli Bonatua Silalahi.
- Bonatua memperoleh salinan ijazah setelah memenangkan gugatan informasi publik terhadap KPU, menegaskan kesesuaian dokumen tersebut.
- Kesesuaian objek penelitian ini mendukung temuan awal Roy Suryo Cs bahwa ijazah tersebut 99,9 persen palsu.
Suara.com - Salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi tanpa sensor yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI disebut identik dengan sampel dokumen yang selama ini diteliti Roy Suryo Cs, yang merujuk pada unggahan media sosial politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi.
Kesamaan tersebut disampaikan pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi saat memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai ahli meringankan bagi Roy Suryo Cs dalam perkara dugaan fitnah ijazah palsu Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Bonatua menunjukkan dua lembar salinan ijazah Jokowi yang digunakan sebagai syarat pencalonan pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.
Dokumen tersebut ia peroleh setelah memenangkan gugatan keterbukaan informasi publik terhadap KPU.
Menurut Bonatua, meski sebelumnya sembilan item informasi pada salinan ijazah sempat ditutup, sejak awal ia telah menegaskan kesesuaian dokumen tersebut dengan sampel ijazah yang beredar di ruang publik.
"Pada saat saya mendapat salinan, yang tersembunyi 9 item dari KPU, bulan September lalu, tahun lalu, saya sudah menyatakan di media bahwa, ini sudah identik dengan sampling yang diuji oleh RRT," bebernya.
Bonatua menyebut, penelitian Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifauzia Tyassuma atau trio RRT menjadi rujukan awal risetnya, meski dengan pendekatan yang berbeda.
"Satu yang saya lihat dari teman-teman RRT, bahwa mereka meneliti informasi dalam ijazah itu, bukan meneliti dokumen ijazah yang dimiliki Pak Jokowi," sambungnya.
Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Refly Harun yang turut mendampingi Bonatua menegaskan bahwa objek penelitian RRT merupakan dokumen yang sama dengan salinan ijazah yang diserahkan Jokowi ke KPU.
Baca Juga: Merasa Dikriminalisasi, Roy Suryo dkk Ajukan Uji KUHP dan UU ITE ke Mahkamah Konstitusi
“Yang diteliti oleh Roy, Rismon, dan dr Tifa adalah dokumen yang sama yang diberikan kepada KPU pada Pilpres 2014 dan 2019. Bahkan saat sembilan informasi itu ditutup, Bung Bonatua sudah menegaskan kesamaannya dengan dokumen di KPU Solo dan KPU DKI,” kata Refly.
Refly menilai, kesesuaian tersebut menegaskan bahwa penelitian Roy Suryo Cs dilakukan terhadap dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum sebagai ijazah yang diklaim milik Jokowi.
"Artinya apa? Artinya bahwa apa yang diteliti oleh Roy, Rismon dan dr Tifa adalah sebuah objek yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai sebuah ijazah yang diklaim sebagai milik Pak Jokowi dan hasil penelitian mereka mengatakan itu 99,9 persen palsu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Dapat Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Bonatua Jadi Ahli Meringankan Roy Suryo Cs Hari Ini
-
KPU Serahkan Salinan Ijazah UGM Jokowi Tanpa Sensor, Roy Suryo Klaim Temukan Kejanggalan Baru
-
Merasa Dikriminalisasi, Roy Suryo dkk Ajukan Uji KUHP dan UU ITE ke Mahkamah Konstitusi
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi