Beberapa waktu lalu, Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai lokasi ideal pembangunan observatorium antariksa terbesar di Asia Tenggara.
Pembangunan observatorium antariksa itu berlokasi di kawasan hutan lindung Gunung Timau, kecamatan Amfoang Tengah.
Observatorium yang akan dikelola oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ini menjadi salah satu kebanggan bangsa Indonesia.
Program penelitian exoplanet dan pencarian kehidupan di luar angkasa bisa dilakukan setelah Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur beroperasi.
"Saat ini LAPAN belum ada program penelitian exoplanet. Namun, dengan beroperasinya Observatorium Nasional Timau di NTT, kami berharap untuk dapat melakukan deteksi dan karakterisasi exoplanet," kata Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto mengutip dari Antara.
Untuk mendeteksi kehidupan di luar bumi, Obnas bakal menggunakan teleskop besar dengan cermin majemuk berukuran 3,8 meter.
Teleskop itu diklaim merupakan kembaran dari Teleskop Seimei milik Universitas Kyoto, Jepang. Saat ini, teleskop tersebut masih dibuat dan akan diuji terlebih dahulu di Jepang.
Gunung Timau sendiri memiliki ketinggian 1.300 mdpl sehingga lokasi ini berada di dataran menengah.
Berbeda dengan observatorium sebelumnya yang dimiliki Indonesia peninggalan Belanda, Observatorium Boscha di Bandung, Gunung Timau merupakan wilayah cagar alam yang kelestarian lingkungannya amat dijaga.
Baca Juga: Link Live Streaming Pengamatan Hilal di Observatorium Bosscha Bandung
Dikutip dari berbagai sumber, Gunung Timau sendiri merupakan lokasi bekas kerajaan. Pada abad ke-16, bangsa Portugis tiba di Pulau Timor, dan ratusan tahun kemudian tibalah bangsa Belanda.
Sejumlah kerajaan di pulau tersebut secara bergantian bersekutu dengan kedua negara asing itu dan juga dengan orang Topas, kelompok penduduk berdarah campuran yang sudah sejak lama memegang kekuasaan di bagian yang dikuasai Imperium Portugal.
Kerajaan Amfoang berada di sisi barat Oecussi-Ambeno, pusat kekuatan bangsa Portugis dan Topas. Oecussi-Ambeno berada di bawah pengaruh Amfoang.
Hingga tahun 1756, VOC memegang kekuasaan tertinggi di Timor Barat meskipun penguasa setempat (raja) masih memegang kendali langsung atas wilayahnya. Pada tahun 1800, Belanda membagi Amfoang dalam 2 bagian: Amfoang Naikliu dan Amfoang Timau.
Pada abad ke-20, kerajaan tersebut dikuasai oleh Hindia-Belanda. Hingga tahun 1962, Raja Amfoang memiliki kekuasaan lokal. Raja amfoang Robbt Mano.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar