Ibu bumi kembali tersiram darah manusia. Nyawa kembali dikorbankan di sepak bola nasional. Tri Fajar Firmansyah menjadi korban kesekian dari gesekan antar suporter di Liga Indonesia.
Tri Fajar Firmansyah yang merupakan suporter PSS Sleman merenggang nyawa setelah jadi korban pengeroyokan massa, buntut dari ricu antar suporter di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Liga 1 2022-23 baru berjalan dua pekan sudah ada tiga nyawa melayang. Dua nyawa sebelumnya ialah suporter Persib yang tewas di Stadion GBLA akibat berdesakan.
Meski kedua bobotoh itu meninggal bukan karena aksi bentrok suporter, namun ada garis merah untuk semua kejadian ini yakni nyawa begitu murah di sepak bola Indonesia.
Sudah banyak pihak yang coba mengurai masalah suporter Indonesia ini. Sebenarnya apa itu suporter? Seperti apa sih gerak gerik mereka?
Daniel L Wann, penulis buku The Psychology and Social Impact of Fandom, menyebut bahwa suporter adalah pribadi-pribadi yang aktif secara fisik, politik, dan sosial untuk klub sepakbola tertentu.
Dari penjelasan Daniel, bisa disimpulkan suporter di klub sepakbola tak sebatas berteriak dan bernyanyi sepanjang 2x45 menit namun bersifat lebih dinamis.
Secara fisik, mereka jelas datang ke stadion untuk memberikan dukungan. Namun lebih dari itu, suporter sebenarnya bisa melakukan gerakan sosial saat klub mereka misalnya ditimpa masalah, seperti yang juga dilakukan sejumlah suporter di Indonesia.
Secara lebih luas, peran suporter mampu mengubah arah kebijakan klub, atau bahkan arah kebijakan politik satu federasi sepakbola, bahkan satu negara.
"Sepakbola adalah olahraga yang berwatak sosialis. Sepak bola mengajarkan kesetaraan sebagaimana sosialisme mengajarkan kesetaraan sosial." tulis Fajar Junaedi di buku 'Bonek: Komunitas Suporter Pertama dan Terbesar di Indonesia'
Watak dan sifatnya ini yang harusnya suporter harus bisa mawas dan jaga diri terhadap fenomena sosial baik di dalam lapangan ataupun di luar lapangan sepak bola.
Namun sayangnya, kondisi itu tak pernah terlihat di suporter Indonesia. Semangat fair play dan sportifitas rusak, oleh mereka para suporter itu sendiri.
Bahayanya lagi, masalah yang sebenarnya hanya ada di 2x45 menit pertandingan justru meluas hingga ke luar stadion. Fakta sosial itu yang muncul di peristiwa gesekan antar suporter.
Muncul kemudian sentimen kedaerahan yang dimunculkan sejumlah basis suporter. Sentimen ini meluas hingga ke ranah media sosial.
Bahkan di tingkatan lebih merusak, sentimen kedaerahan berbuntut pada tidak bolehnya satu kelompok suporter klub mendukung Timnas Indonesia misalnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!