Bagi sebagian orang, berita mengenai kecelakaan pesawat bisa membuat mereka semakin takut untuk naik pesawat terbang.
Phobia naik pesawat terbang bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali para pesepakbola yang dalam kesehariannya membutuhkan transportasi ini untuk melakoni pertandingan dari satu tempat ke tempat lain.
Ialah Dennis Bergkamp bomber subur dari Belanda yang begitu dikenal karena memiliki phobia naik pesawat terbang. Bahkan sangking takutnya naik pesawat terbang, eks pemain Arsenal ini mendapat julukan the "Non-Flying Dutchman".
Ketakutan Bergkamp untuk naik pesawat terbang ini sempat membuat Arsene Wenger dibuat pusing tujuh keliling. Pasalnya Bergkamp mau tak mau harus melakukan perjalanan darat yang melelahkan jika Arsenal melakoni laga tandang, bahkan Bergkamp mau tak mau harus absen jik laga tandang itu berlangsung di luar Inggris.
Namun ketakutan Bergkamp bukan tanpa alasan. Seperti dikutip dari buku autobiografinya yang berjudul, Stillness and Speed: My Story by Dennis Bergkamp, ia mengalami 3 kejadian yang cukup menaktukan saat naik pesawat terbang.
Yang pertama, saat berusia 20 tahunan, Bergkamp yang tengah naik pesawat kecil melintasi Gunung Etna, salah satu gunung berapi di kawasan Catania, Italia. Saat melihat ke bawah, Bergkamp mengaku sagat ketakutan dan gemetar. Naasnya kemudian, pesawat yang ia tumpangi itu masuk ke gumpalan awan dan membuat guncangan kuat.
Kedua, Bergkamp saat masih membela Inter Milan di Liga Italia juga sempat merasakan hal serupa saat naik pesawat bersama skuat Inter lainnya untuk bertandang ke Stadion Artemio Franci, markas Fiorentina. Pesawat tersebut sempat mengalami masalah di baling-baling pesawat dan hal tersebut begitu menakutkan bagi Bergkamp.
Terakhir, saat ia bersama rombongan skuat Belanda di Piala Dunia 1994, Bergkamp mengaku bahwa ada seorang wartawan Belanda yang bercanda pada dirinya soal bom.
Sontak saja bercandaan yang memang tidak diperbolehkan di dalam pesawat tersebut membuat penumpang tak terkecuali Bergkamp sangat panik. Kejadiaan ini menjadi klimaks untuk Bergkamp tidak lagi mau naik pesawat terbang.
Baca Juga: Kisah Dennis Bergkamp yang Gagal Diboyong Chelsea Karena Klub Tak Punya Uang
Phobia Bergkamp untuk naik pesawat terbang terjadi hingga detik ini. Saat skuat Ajax datang ke Indonesia pada 2014 lalu, Bergkamp memilih untuk tidak hadir.
"Saya punya masalah ini dan saya harus hidup dengan itu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, itu adalah masalah psikologis dan saya sulit menjelaskannya," kata Bergkamp.
Bergkamp mengaku sudah berkali-kali datang ke psikiater untuk mengatasi masalahnya ini namun tetap saja saat harus pergi menggunakan pesawat terbang, ia akan kesulitan tidur dan phobia itu mulai menyerangnya.
"Saya sudah mencoba datang ke psikiater. Namun percuma, aku hanya membeku, aku panik, dan hal itu terjadi sehari sebelum aku terbang dan dimulai saat aku tidak bisa tidur," kata striker yang mengoleksi 87 gol untuk Arsenal tersebut.
Jenis phobia yang menyerang Bergkamp ini masuk dalam kategori aerophobia, atau yang dikenal juga dengan nama aviophobia, adalah ketakutan untuk naik transportasi udara. Baik dengan helikopter, pesawat terbang, balon udara, atau transportasi udara lainnya.
Gejala yang dikatakan oleh Bergkamp sesaat sebelum ia terbang memang menujukkan bahwa striker kelahiran 10 Mei 1969 tersebut memang menderita aviophobia.
Berita Terkait
-
Ngebet Boyong Milan Skriniar dari Inter Milan, PSG Siap Naikkan Tawaran
-
Jadwal Liga Italia Akhir Pekan Ini, Ada Atalanta vs AC Milan
-
Sergino Dest Ingin Tinggalkan Camp Nou, Barcelona Bakal Bawa Pulang Hector Bellerin
-
Manchester United Masih Berusaha Boyong Antony dari Ajax
-
Capai Kesepakatan, Chelsea Segera Daratkan Cesare Casadei dari Inter Milan
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Pyswar Ala Hajime Moriyasu, Sebut Negara Ini Lebih Hebat dari Brasil
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota
-
Penampakan Jari Patah Kiper Argentina Emiliano Martnez Jelang Lawan Tanjung Verde
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran
-
Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026