Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu memberikan sinyal bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa pekan ke depan akan mengumumkan kenaikan harga BBM.
Disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut, bahwa pemerintah tidak bisa terus mempertahankan harga solar dan pertalite di harga saat ini.
"Itu modelling ekonominya saya kira sudah dibuat, nanti mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa, bagaimana, mengenai kenaikan harga ini. Jadi Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian, karena kita harga BBM termurah se-kawasan ini. Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita," ucap Luhut saat Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, Ketua DPR RI yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan, Puan Maharani mengaku terkejut.
"Ya ampun, harga BBM? Belum ada usulan dari pemerintah untuk kenaikan BBM," kata Puan kepada awak media.
Ditambahkan Puan, bahwa untuk kenaikan BBM wewenangnya memang ada di pemerintah. Pihak DPR pun kata Puan akan menunggu.
"Kenaikan BBM yang memutuskan naik eksekutif bukan legislatif jadi kita tunggu. Tapi pidato tanggal 16 lalu disampaikan pemerintah siap menggunakan APBN secara efektif efisien dan memprioritaskan kepentingan masyarakat," tambah Puan.
Sementara itu, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyebut keputusan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini dalam pembahasan oleh pemerintah.
"Ini sedang dipikirkan. Jadi masih dalam penggodokan, masih dalam pembahasan, apakah akan dinaikkan atau tidak," kata Wapres.
Baca Juga: Pemerintah Akan Naikkan Harga Pertalite, Toyota: Masyarakat Lirik Mobil Irit BBM
Wapres mengatakan saat ini beban subsidi negara atas harga BBM sangat besar, lebih dari Rp500 triliun sehingga jika ada kenaikan harga BBM maka hal itu dalam rangka upaya agar subsidi bisa terus berlanjut.
Berita Terkait
-
Survei Capres 2024: Peluang Puan Maharani dan Airlangga Kecil Sekali
-
Survei Sebut Puan Maharani dan Airlangga Tak Kompetitif di Bursa Capres 2024
-
Survei SMRC: Peluang Puan Maharani dan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024 Sangat Kecil, Hanya dapat Dukungan 1 Persen
-
Diteriaki jadi Presiden 2024, Puan Maharani Tersenyum Malu-malu
-
Hasto Bocorkan Alasan Puan Maharani Gelar Safari Politik Perdana ke Surya Paloh ke Tower NasDem
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar
-
Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil
-
The Traveling Cat Chronicles: Jejak Kesetiaan Nana Menembus Batas Waktu
-
Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total
-
Terpopuler: Pesona Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther, Motor Trail Lokal Pride
-
Kenapa La Copa de la Vida dan Waka Waka Masih Jadi Jawaranya Lagu Piala Dunia?
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Shin Tae-yong Pasang Target Juara untuk Persija, Minta Pemain Berkorban Habis-habisan
-
Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa