- PT Platinum Ceramics Industry melalui Asia Tile meluncurkan keramik berukuran 25 x 40 sentimeter dengan efek kilau mutiara.
- Produk baru tersebut dirilis untuk memenuhi tren desain interior masa kini yang mengutamakan pencahayaan dinamis dan elegan.
- Material inovatif ini dapat diaplikasikan secara fleksibel pada berbagai konsep ruangan di hunian maupun area komersial.
Suara.com - Menciptakan rumah yang nyaman kini tak lagi hanya soal memilih furnitur estetik atau bermain dengan warna dinding. Seiring berkembangnya tren desain interior, perhatian pemilik hunian mulai bergeser ke detail-detail yang mampu menghadirkan pengalaman visual berbeda.
Salah satunya adalah pemilihan material yang dapat berinteraksi dengan cahaya sehingga menciptakan suasana ruang yang lebih dinamis.
Belakangan, permukaan material dengan pearlescent effect atau efek kilau menyerupai mutiara mulai banyak dilirik. Berbeda dengan finishing mengilap biasa, karakter visual ini menghasilkan pantulan warna yang berubah mengikuti arah datangnya cahaya maupun sudut pandang.
Efeknya pun tidak mencolok, melainkan menghadirkan nuansa lembut yang membuat ruangan terasa lebih hidup tanpa kehilangan kesan elegan.
Tren tersebut sejalan dengan semakin banyaknya masyarakat yang menginginkan hunian berkarakter, tetapi tetap sederhana dan nyaman ditempati. Material bukan lagi dipilih semata karena fungsi, melainkan juga karena kemampuannya membangun atmosfer sebuah ruang.
Marketing Director PT Platinum Ceramics Industry, Jali Wijaya, melihat perubahan preferensi tersebut sebagai bagian dari perkembangan gaya hidup masyarakat.
"Kami percaya bahwa keramik tidak lagi sekadar menjadi material pelapis lantai atau dinding, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sebuah ruang," ujar Jali.
Menurutnya, inovasi pada material interior kini bukan hanya menghadirkan motif baru, tetapi juga memberikan pengalaman visual yang mampu mengubah suasana ruangan.
Hal tersebut terlihat pada koleksi Elise Harmony dari Asia Tile yang mengusung perla effect. Saat terkena cahaya alami maupun pencahayaan lampu interior, permukaan keramik memantulkan gradasi warna lembut seperti hijau, merah muda, hingga ungu.
Baca Juga: Air Cooler Tidak Dingin? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Kembali Sejuk
Efek tersebut membuat tampilan ruang terasa lebih dinamis tanpa harus menambahkan dekorasi secara berlebihan. Ukuran keramik 25 x 40 sentimeter yang dihadirkan juga memudahkan pengguna mengaplikasikannya pada berbagai area rumah.
"Bagi kami, inovasi bukan hanya menghadirkan motif baru, tetapi bagaimana sebuah material mampu menciptakan pengalaman visual yang berbeda. Efek kilau yang lembut memberikan dimensi baru pada ruangan tanpa membuat tampilannya terasa berlebihan," tambah Jali.
Menariknya, karakter visual seperti ini cukup fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai konsep desain interior. Mulai dari gaya classic, contemporary, hingga modern minimalis, efek kilau lembut tersebut tetap mampu menyatu dengan furnitur maupun dekorasi yang sudah ada.
Tak hanya diaplikasikan di ruang tamu, dapur, kamar mandi, atau teras, material dengan karakter seperti ini juga mulai banyak digunakan pada ruang komersial seperti kafe dan butik.
Bukan tanpa alasan, permainan cahaya pada permukaannya mampu menciptakan pengalaman visual yang lebih menarik bagi pengunjung tanpa membuat ruangan terasa berlebihan.
Sebagai bagian dari PT Platinum Ceramics Industry yang telah berkiprah lebih dari 55 tahun di industri keramik Indonesia, Asia Tile terus menghadirkan pilihan motif, tekstur, dan ukuran yang mengikuti perkembangan tren desain interior.
Jali menilai arah perkembangan desain interior ke depan akan semakin mengutamakan material yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mampu membangun suasana.
"Kami melihat desain interior akan semakin mengarah pada material yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu memberikan karakter dan suasana pada ruang. Karena itu, pengembangan desain menjadi bagian penting dalam menghadirkan produk yang tetap relevan dengan kebutuhan konsumen," tutupnya.
Di tengah tren hunian yang semakin personal, material dengan karakter visual yang mampu berinteraksi dengan pencahayaan diperkirakan akan semakin diminati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset