Banyak pemain liga eropa yang menjadikan klub liga kelas dua eropa sebagai batu pijakan dan tempat mereka mencari pengalaman sebelum berlaga di liga yang lebih bergengsi. Salah satu klub yang merasakannya adalah AS Trecin. Namun bukannya menjadikan hal ini sebagai rintangan, klub ini malah melihat banyaknya peluang pemasukan dari kebiasaan tersebut.
AS Trencin didirikan pada 1990 sebagai TJ Ozeta Dukla Trencin dan memulai di Divisi III Liga Cekoslovakia. Setelah itu, TTS Trencin meleburkan diri. Klub menghabiskan tiga musim (1994-1997) di Divisi II Liga Slovakia. Dan, sejak 1997, Trencin bermain di Divisi I.
Kemudian, pada 2002 klub berubah nama lagi menjadi FK Laugaricio Trencin, dan satu tahun kemudian menjadi FK Araver a Synot Trencin (FK AS Trencin).
Keberhasilan terbesar klub sejauh ini adalah memenangkan gelar nasional pada 2014/2015, dan mencapai tempat kedua di musim 2013/2014. FK AS Trencin juga telah membuat empat penampilan di Piala Intertoto (1998, 1999, 2000, 2002), sebelum terdegradasi pada 2007/2008 atau setelah 11 musim di level.
AS Trencin berhasil menjual beberapa pemain ke Liga Premier Rusia. Contohnya, Martin Skrtel ke Zenit St Petersburg pada 2004 dan Frantisek Kubik ke Kuban Krasnodar (2011). Kemudian, ke Liga Pro Belgia seperti Osman Bukari ke Gent (2020), Wesley ke Club Brugge (2016), Kingsley Madu dan Aliko Bala ke Zulte Waregem (2016, 2017), atau James Lawrence ke Anderlecht (2018).
Sedangkan untuk rekor transfer, pemain saya Brasil yang pada 2016 baru berusia 20 tahun, Wesley, pergi ke Club Brugge dengan biaya 4,2 juta euro (Rp63 miliar). Di tahun yang sama, Matus Bero pergi ke Trabzonspor dengan 3,5 juta euro (Rp53 miliar) dan pada 2018, Hilary Gong hijrah Vitesse Arnhem dengan 2 juta euro (Rp30 miliar).
Tak ketinggalan, AS Trencin juga mengekspor pemain ke Liga Super Yunani (Jairo ke PAOK pada 2015) dan Norwegia Tippeligaen (Tomas Malec ke Lillestrom SK pada 2016).
Karena kebiasaan transfer pemain inilah AS Trecin terkenal sebagai tim yang memproduksi banyak bintang bagi liga bergengsi. Bagi para pendatang baru pun, tim ini cocok dijadikan sebagai batu pijakan awal untuk karir yang gemilang di liga bergengsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Insidious: Out of the Further Siap Teror Bioskop, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
The Hunger Games: Sunrise in the Reaping Tampil Lebih Gelap, Ini Bocoran Trailernya
-
BRI Perkuat Digitalisasi, Tebus Gadai di BRImo Dapat Cashback 10%
-
Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Tersangka, Inilah Kronologi Tewasnya Polisi Muda
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Hadirkan Fitur Tebus Gadai di BRImo
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Jelang Lawan PSG, Szoboszlai Tantang Fans Liverpool: Percaya Gak The Reds Bisa Comeback?