/
Jum'at, 09 September 2022 | 11:57 WIB
cendekiawan-muslim-azyumardi-azra | suara.com

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta, Azyumardi Azra mendapat CCommander of the Order of British Empire atau CBE dari Ratu Elizabeth II pada 2010. Gelar yang sangat bergengsi dari kerajaan Inggris. 

Mengutip dari laporan Antara, Azyumardi Azra menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat gelar ini dari Kerajaan Inggris. 

Penganugerahan ini disampaikan pemerintah Inggris melalui Duta Besar Inggris untuk Indonesia saat itu, Martin Haltfull. 

Azyumardi Azra yang pernah menjabat Ketua UK-Indonesia Islamic Advisory Group dinilai telah memberikan kontribusi yang besar dalam proses pemahaman antaragama.

Menurut Dubes Martin Maltfull saat itu, setiap tahunnya, Ratu Elizabeth II memberikan penghargaan kehormatan kepada semua orang dari berbagai latar belakang di seluruh dunia yang telah memberikan perubahan berarti bagi komunitas mereka.

Istimewanya, Azyumardi tidak hanya menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat gelar ini tapi juga jadi orang pertama di luar negara non-Persemakmuran Inggris. 

Gelar CBE yang diberikan kepada Azyumardi sangat istimewa. Gelar ini membuat pria kelahiran ubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat tersebut berhak memakai gelar sir di depan namanya, bebas keluar-masuk Inggris tanpa visa, dan berhak dimakamkan di Inggris Raya.

"Penghargaan itu merupakan sesuatu yang `tidak biasa` dan langka, serta pertama kali semenjak saya menjabat di sini," kata Dubes Haltfull mengutip dari Antara

Kontribusi Azyumardi Azra menurut Haltfull merupakan sesuatu yang luar biasa dalam memberikan pemahaman antaragama, tidak hanya dalam konteks bilateral, namun juga internasional. 

Baca Juga: Pangeran Charles Akan Gantikan Tahta Ratu Elizabeth II, Dipanggil dengan Sebutan Ini

"Semua yang telah dilakukan beliau, merupakan sebuah kinerja yang sangat penting, bukan hanya bagi hubungan Indonesia dan Inggris saja, namun lebih luas lagi," tambah Haltfull. 

Azyumardi juga dianggap terus mencoba mengatasi kesalahpahaman masyarakat tentang radikalisme dan ekstrimisme. 

"Penghargaan itu diberikan karena kontribusinya dalam memberikan pemahaman antar agama di Indonesia dan Inggris, maupun secara internasional," ungkap Dubes Haltfull. 

Azyumardi lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat, 4 Maret 1955; adalah akademisi Muslim asal Indonesia. 

Ia juga dikenal sebagai cendekiawan muslim. Azyumardi terpilih sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 dan mengakhirinya pada 2006.

Karier pendidikan tinggginya dimulai sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982, kemudian atas bantuan beasiswa Fullbright, ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University tahun 1988. 

Load More