Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta, Azyumardi Azra mendapat CCommander of the Order of British Empire atau CBE dari Ratu Elizabeth II pada 2010. Gelar yang sangat bergengsi dari kerajaan Inggris.
Mengutip dari laporan Antara, Azyumardi Azra menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat gelar ini dari Kerajaan Inggris.
Penganugerahan ini disampaikan pemerintah Inggris melalui Duta Besar Inggris untuk Indonesia saat itu, Martin Haltfull.
Azyumardi Azra yang pernah menjabat Ketua UK-Indonesia Islamic Advisory Group dinilai telah memberikan kontribusi yang besar dalam proses pemahaman antaragama.
Menurut Dubes Martin Maltfull saat itu, setiap tahunnya, Ratu Elizabeth II memberikan penghargaan kehormatan kepada semua orang dari berbagai latar belakang di seluruh dunia yang telah memberikan perubahan berarti bagi komunitas mereka.
Istimewanya, Azyumardi tidak hanya menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat gelar ini tapi juga jadi orang pertama di luar negara non-Persemakmuran Inggris.
Gelar CBE yang diberikan kepada Azyumardi sangat istimewa. Gelar ini membuat pria kelahiran ubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat tersebut berhak memakai gelar sir di depan namanya, bebas keluar-masuk Inggris tanpa visa, dan berhak dimakamkan di Inggris Raya.
"Penghargaan itu merupakan sesuatu yang `tidak biasa` dan langka, serta pertama kali semenjak saya menjabat di sini," kata Dubes Haltfull mengutip dari Antara.
Kontribusi Azyumardi Azra menurut Haltfull merupakan sesuatu yang luar biasa dalam memberikan pemahaman antaragama, tidak hanya dalam konteks bilateral, namun juga internasional.
Baca Juga: Pangeran Charles Akan Gantikan Tahta Ratu Elizabeth II, Dipanggil dengan Sebutan Ini
"Semua yang telah dilakukan beliau, merupakan sebuah kinerja yang sangat penting, bukan hanya bagi hubungan Indonesia dan Inggris saja, namun lebih luas lagi," tambah Haltfull.
Azyumardi juga dianggap terus mencoba mengatasi kesalahpahaman masyarakat tentang radikalisme dan ekstrimisme.
"Penghargaan itu diberikan karena kontribusinya dalam memberikan pemahaman antar agama di Indonesia dan Inggris, maupun secara internasional," ungkap Dubes Haltfull.
Azyumardi lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat, 4 Maret 1955; adalah akademisi Muslim asal Indonesia.
Ia juga dikenal sebagai cendekiawan muslim. Azyumardi terpilih sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 dan mengakhirinya pada 2006.
Karier pendidikan tinggginya dimulai sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982, kemudian atas bantuan beasiswa Fullbright, ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University tahun 1988.
Ia memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi kali ini Azyumardi pindah ke Departemen Sejarah, dan memperoleh gelar MA pada 1989.
Pada 1992, ia memeroleh gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen Sejarah, Columbia University tahun 1990, dan Doctor of Philosophy Degree dengan disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries.
Tahun 2004 disertasi yang sudah direvisi diterbitkan secara simultan di Canberra (Allen Unwin dan AAAS), Honolulu (Hawaii University Press), dan Leiden, Negeri Belanda (KITLV Press).
Berita Terkait
-
Pangeran Charles Akan Gantikan Tahta Ratu Elizabeth II, Dipanggil dengan Sebutan Ini
-
Mengenang 5 Fakta Menarik Gaya Busana Sang Ratu Inggris yang Selalu Cantik
-
Kematian Ratu Elizabeth II di Skotlandia Alih-alih Inggris Picu Masalah Kompleks
-
40 Daftar Lagu di iPod Ratu Elizabeth II
-
5 Film Terbaik tentang Ratu Elizabeth II, Gambarkan Kehidupan Royal Family
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu
-
Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel
-
37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program