Tentu saja tidak bisa langsung naik bus, para suporter ini akan diperiksa satu per satu oleh personel kepolisian sebelum naik bus. Di cek apakah mereka mabuk atau tidak.
Untuk tiket, para suporter lawan juga tidak diperbolehkan mendapatkan tiket secara langsung. Mereka akan diberikan kwitansi untuk nantinya ditukarkan di tempat yang telah ditentukan.
Hal ini dilakukan untuk pengecakan berlapis dari pihak kepolisian Inggris untuk memastikan mereka yang memegang tiket adalah suporter yang setuju untuk dikawal dan dijaga polisi.
Setelah pertandingan berakhir pun, para suporter lawan ini juga akan diantar pihak kepolisian ke tempat awal bertemu.
Apakah kemudian aturan ini berhasil menekan kekerasan antar suporter? Dari data Liga Inggris pada musim 2012-13, ada 39 juta orang yang datang ke stadion untuk menonton pertandingan dan hanya 2.456 yang ditangkap karena aksi kriminal, artinya kurang dari 0,01 persen suporter yang melanggar hukum.
Tentu saja cara ini sangat repot untuk dilalukan bagi sebagian negara gila sepak bola yang punya masalah gesekan antar suporter.
Di Indonesia sendiri, jelang big match liga 1 2022-23 antara Persib vs Persija pada Minggu 2 Oktober 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pihak kepolisian Polda Jabar ambil langkah penyaringan sangat ketat agar Jakmania tidak datang ke Stadion GBLA.
Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo penyaringan tersebut sebagai tindak lanjut dilarangnya suporter Persija hadir pada laga Persib vs Persija di GBLA.
"Misalnya mereka kan akan menggunakan verifikasi dengan KTP, pada saat membeli KTP Jakarta tidak akan bisa beli," kata Ibrahim.
"Sudah ada kesepakatan dengan panitianya, itu (pendukung Persija) tidak akan diperbolehkan untuk menonton di Stadion, otomatis nanti mereka tidak akan bisa membeli tiket, saat verifikasi," ucapnya.
Berita Terkait
-
Jangan Cari Masalah! Umuh Muchtar Larang The Jak Datang ke Bandung pada Laga Persib Vs Persija
-
KTP Jakarta Tak Akan Bisa Beli Tiket Persib vs Persija, Netizen: Terus Bobotoh yang Punya KTP Jakarta, Gimana?
-
Persib vs Persija: Mengapa Bobotoh Dibatasi Masuk GBLA? Kehadiran The Jakmania Jadi Bahasan Polisi dan Panpel
-
Ini Janji Polisi Jika The Jakmania Masuk Bandung Nonton Persib vs Persija di GBLA
-
Tujuan dan Fokus Utama Luis Milla Tanamkan Konsep Ini untuk Semua Pemain Persib
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler